Home » News » Jual Alat Hisap Sabu Secara Online, Wanita Asal Bandung Ini Ditangkap Polisi

Jual Alat Hisap Sabu Secara Online, Wanita Asal Bandung Ini Ditangkap Polisi



Jakarta – Satresnarkoba Polrestabes Bandung berhasil membukbekuk seorang wanita muda yang menjual alat hisap sabu atau bong. Wanita yang berinisial IM (27) itu menjualnya secara online dan diedarkan di Kota Bandung dan sekitarnya.

Jual Alat Hisap Sabu Secara Online, Wanita Asal Bandung Ini Ditangkap Polisi

Ilustrasi

Dikenal sebagai Princes Bong, perempuan wanita yang memiliki paras cantik ini, pun akhirnya diringkus polisi.

Baca juga : Stres Dengan Penyakitnya, Kakek Asal Grobongan Ini Nekat Gantung Diri

“Princes Bong ini, dia spesialis menjual alat bong (alat hisap sabu -red),” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, saat ungkap kasus, di Mapolrestabes Bandung, Senin (26/2/2018).

Pengungkapan ini, berawal dari adanya informasi masyarakat, tentang penjualan alat hisap sabu. Dari situ, polisi lakukan penyelidikan dan akhirnya, berhasil membekuk pelaku.

Hendro menuturkan, Princes menjalankan bisnisnya ini, dengan memasarkan secara online. Dalam memasarkannya, Princes menggunakann salah satu online shop terkenal. Princes di bekuk di salah satu hotel di Kota Bandung, pada 20 Februari 2018.

Selain itu, dirinya juga menggunakan aplikasi di ponsel pintar android, dengan nama aplikasi Emonbon9 untuk memasarkan alat hisap sabu ini.

“Yang bersangkutan mengaku sudah tiga bulan menjalankan bisnisnya tersebut. Yang bersangkutan juga mengaku mengkonsumsi sabu,” katanya.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan satu paket sabu seberat satu gram, 90 cangklong kaca, 90 pipet kaca, 20 bong kaca, dua ponsel, dan empat pak plastik klip bening.

Saat ini, polisi tengah mengejar penyuplai alat hisap sabu, terhadap Princes. Kepadanya, polisi terapkan pasal 112 ayat (1) UURI 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara.

Sementara itu, kepada wartawan, Princes mengaku, dirinya mendapat untung dalam penjualan alat hisap sabu ini, perbulannya 25 juta.

“Belinya 50 ribu, dijualnya kisaran 150 ribu sampai dengan 350 ribu,” kata Princes.

Ia beralasan nekat menjual alat hisap sabu untuk membayar vonis temannya, yang terlibat kasus narkoba. “Buat nolong pacar, sekarang yang lagi ditahan, di Lapas Kebon Waru, Bandung,” tandasnya.

(Png – sisidunia.com)