Home » Gaya Hidup » Awas, Bahaya Minum Wine Tiap Hari Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Awas, Bahaya Minum Wine Tiap Hari Yang Mungkin Belum Anda Ketahui



Jakarta – Jika Anda seorang yang gemar meminum alkohol atau minuman keras, maka Anda harus berubah secepat mungkin. Sebuah penelitian baru yang mengungkapkan minum tiga setengah gelas anggur selama sepekan bisa meningkatkan risiko demensia.

Awas, Bahaya Minum Wine Tiap Hari Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Ilustrasi

Para peneliti yang melakukan studi tersebut melakukan penelitiannya pada lebih dari 13 ribu orang dewasa yang gemar minum alkohol ternyata menunjukkan dampak yang buruk pada otak. Melansir dari Daily Mail, Senin (26/2/2018), pria dan wanita yang minum anggur sedikitnya setengah gelas sehari berpotensi mengalami penurunan kemampuan otak.

Baca juga : Benarkah Sifat Selingkul Menjadi Turunanan ke Anak ?

Setengah gelas anggur itu setara dengan 175 mililiter. Peneliti dari Universitas Oxford dan Cardiff mengatakan, orang dewasa yang minum lebih dari jumlah tersebut, bisa memiliki risiko demensia lebih tinggi. Pemerintah sebelumnya juga membagikan takaran alkohol yang direkomendasikan untuk dikonsumsi dalam seminggu, yaitu 2.450 mililiter atau tujuh gelas perminggunya.

Takaran tersebut direkomendasikan oleh pemerintah, tapi tetap saja yang paling aman adalah tidak meminumnya, terlebih jika usia sudah lanjut. Pada Rabu mendatang Royal College of Psychiatrists akan menerbitkan ulasan tentang bahaya minum alkohol jika dilakukan oleh orang yang sudah lanjut usia, di atas 60 tahun.

Lebih lanjut, peneliti menyimpulkan, tujuh gelas seminggu adalah takaran tidak aman bagi banyak orang dewasa karena bisa meningkatkan risiko demensia dan penyakit lainnya. Demensia sendiri adalah sebuah sindrom yang bisa menurunkan kemampuan otak, yang berdampak pada berkurangnya daya ingat, kemampuan berpikir, memahami, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa, serta kecerdasan mental.

Sementara itu, demensia kini telah menjadi penyebab utama kematian di Inggris. Ada sekitar 61 ribu kasus baru dalam setahun dan belum ada pasien yang bisa sembuh. Para peneliti juga menemukan alkohol berkontribusi terhadap kenaikan angka kasus ini, karena mengandung racun bagi otak dan dapat merusak ingatan.

“Jika Anda ingin tetap sehat ditahun-tahun terakhir dalam hidup, maka Anda harus benar-benar meminimalkan jumlah alkohol yang diminum,” ucap Profesor Simon Moore dari Universitas Cardiff, salah satu peneliti utama.

(Png – sisidunia.com)