Home » Gaya Hidup » Pisah Ranjang Dengan Pasangan Ternyata Ada Manfaatnya Lho

Pisah Ranjang Dengan Pasangan Ternyata Ada Manfaatnya Lho



Jakarta – Bagi beberapa orang, tidur merupakan tantangan tersendiri, apakah Anda salah satunya? Satu masalah yang paling umum terjadi saat ini adalah kurang tidur, benar?

Pisah Ranjang Dengan Pasangan Ternyata Ada Manfaatnya Lho

Ilustrasi Pisah Ranjang

Kurang tidur bisa menyebabkan beberapa hal, seperti rewel, makan banyak gula, minum banyak kafein, dan tidak memiliki cukup tenaga untuk bekerja. Alasan lainnya bisa datang karena Anda tidak terbiasa tidur bersama orang lain, termasuk pasangan.

Dilansir dari popsugar.com, berikut ini adalah beberapa manfaat psikologis tidur terpisah dari pasangan. Penasaran?

1. Suasana yang lebih baik

Kemungkinan besarnya adalah Anda dan pasangan memiliki kebiasaan tidur yang berbeda. Hal ini sangat mungkin mempengaruhi suasana hati Anda.

Jika Anda dan pasangan memiliki kebiasaan tidur yang berbeda, ini akan membuat malam menjadi lebih gelisah. Dengan tidur terpisah, Anda dan pasangan bisa sama-sama tidur nyenyak dan bangun dengan segar di pagi harinya.

2. Libido meningkat

Berbagi tempat tidur membuat Anda merasa malas memulai seks. Tempat tidur yang terpisah justru dapat membantu menghilangkan kebosanan rutinitas dan meningkatkan libido.

Tempat tidur yang sama membuat seks menjadi hal yang rutin dan Anda akan cepat merasa bosan. Sebenarnya, memilih tidur terpisah dari pasangan bukan berarti hubungan Anda sedang bermasalah, justru dapat mendatangkan keuntungan.

Baca juga : Ronaldo Pamer Liburan Bareng Pacar Dengan Jet Pribadi

3. Ketahanan mental yang baik

Istirahat atau tidur yang baik dapat memiliki dampak besar pada ketahanan mental Anda. Saat Anda mengalami kurang tidur, kerentanan terhadap stres, gelisah, dan depresi akan lebih besar.

4. Kurangnya keinginan untuk berjuang

Berbagi tempat tidur dan kurangnya waktu tidur karena kebiasaan yang berbeda akan membuat Anda dan pasangan mudah marah. Sedangkan tidur terpisah akan mengurangi jumlah konflik yang terjadi karena hal di atas.

(Png – sisidunia.com)