Home » News » Pemandangan Langka, Lipan Raksasa Mangsa Ular Betina Yang Sedang Bertelur

Pemandangan Langka, Lipan Raksasa Mangsa Ular Betina Yang Sedang Bertelur



Jakarta – Saling memangsa merupakan fenomena yang wajah di dunia fauna. Hal itu diperlukan untuk tetap bertahan hidup dan meneruskan proses evolusi. Namun, pernahkah Anda melihat lipan raksasa bertarung dengan ular?

Pemandangan Langka, Lipan Raksasa Mangsa Ular Betina Yang Sedang Bertelur

Lipan raksasa memakan ular betina yang sedang bertelur

Tim ahli biologi dari Stasiun Penelitian Lingkungan Sakaerat Thailand mendapati pertarungan langka antara lipan raksasa (Scolopendra dawydoffi) yang banyak ditemukan di Asia Tenggara dan ular berkepala hitam segitiga (Sibynophis triangularis).

Baca juga : Penumpang KA Kertajaya Dihebohkan Dengan Munculnya Ular Sanca di Dalam Gerbong

Michele Chiacchio, Bartisz Stanislaw Nadolski, Ponghtep Suwanwaree, dan Surachit Waengsothorn merekam peristiwa itu secara kebetulan di hamparan daun kering pada semak belukar di tengah hutan.

Seperti diwartakan Science Alert pada Kamis (26/10/2017), ular sebetulnya bukanlah makanan pokok lipan. Ia lebih suka memakan serangga, merkipun telah kedapatan melumat berbagai vertebrata, seperti bayi tikus, kadal, kelelawar dan burung.

Dalam peristiwa ini, lipan memiliki keuntungan lebih dibanding ular. Pasalnya, ular betina tersebut tengah bertelur dan tak punya kesempatan untuk melarikan diri.

“Lipan itu ditemukan sudah membungkus seluruh tubuh ular, yang tertangkap saat masih mengeluarkan telur. Tiga telur sudah dikeluarkan, tetapi dua lainnya tampaknya masih berada di dalam tubuhnya,” tulis para peneliti yang dalam publikasinya di Journal of Insect Behavior edisi September 2017 Volume 30.

Lipan menggunakan cakar yang juga berfungsi sebagai kaki unruk mengamankan mangsanya. Ia menusukkan bisa dengan senjata khas lipan yang disebut dengan forcipelus.

Berdasarkan observasi kali ini dan laporan-laporan sebelumnya, para peneliti pun mengonklusikan bahwa lipan memakan vertebrata lebih sering dari yang diperkirakan sebelumnya.

Hal ini cukup masuk akal karena nilai nutrisi yang bisa didapatkan lipan dari ular dan kodok tentu akan berkali-kali lipat bila dibandingkan dengan kumbang atau jangkrik.

Dalam kejadian terpisah, sebetulnya ular juga pernah melumat lipan. Namun, kejadian itu berakhir tragis.

Dalam jurnal Ecologica Montenegrina 3 Maret 2014, lipan yang telah dilahap tak begitu saja menyerah. Hewan berkaki banyak itu menggerogoti tubuh ular dari dalam dan berusaha keluar.

(Png – sisidunia.com)