Home » News » Astaga, Minum Rebusan Pembalut Lagi Ngetren di Lemahabang

Astaga, Minum Rebusan Pembalut Lagi Ngetren di Lemahabang



Jakarta – Terkait minuman keras (miras) oplosan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, muncul ‘tren’ mabuk gaya baru di kalangan para penikmat minuman haram tersebut.

Astaga, Minum Rebusan Pembalut Lagi Ngetren di Lemahabang

Astaga, Minum Rebusan Pembalut Lagi Ngetren di Lemahabang

Jika dulu menenggak obat batuk cair berlebihan, mengisap lem, hingga mencampur ciu dengan deterjen plus minuman berenergi, kini mereka mulai ‘bereksperimen’ dengan air rebusan pembalut wanita.

Baca juga : Masih Ada 72 Artis Diduga Narkoba Berada Dalam Incaran Polisi ?

Informasi dihimpun Radar Karawang (Jawa Pos Group), perilaku tak wajar tersebut mulai menjadi kebiasaan sekelompok ABG, terutama di Lemahabang, Tempuran, dan Telagasari.

Seorang siswa SMP di Lemahabang yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, mabuk air rebusan pembalut wanita sedang ngetren.

Selain sederhana dan murah, efeknya langsung berhalusinasi tak lama setelah menenggak air rebusan tersebut.

“Minum rebusan pembalut lagi ngetren di Lemahabang, Tempuran, dan Telagasari,” ujar dia sebagiamana dilansir Radar Karawang, Selasa (21/2/2018).

Dia melanjutkan, cara lainnya yaitu rebusan pembalut wanita, dicampur obat kuat dan obat batuk. Hasilnya, klaim dia, lebih memabukan dibanding obat lainnya.

“Nggak tahu anak-anak tahu dari mana,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Desa Pulojaya Kecamatan Lemahabang Mahmud mengatakan, ada dua tempat yang selalu jadi sarang sampah sachet obat batuk cair dan pembalut wanita.

Selain di pintu air Peundeuy, juga di depan gerbang masuk Desa Pulokalapa, persisnya rumah kosong Dusun Srijaya RT 01/04.

Dirinya sering mendapati sampah obat batuk setelah malam mingguan di dua lokasi itu. Bahkan diakui Mahmud, sesekali didapati beberapa pembalut wanita.

Dia semula berpikir bahwa pembalut itu bekas mesum pasangan muda-mudi yang nakal, tapi baru-baru ini tahu digunakan untuk mabuk.

“Saya bingung, anak muda zaman sekarang ini dapat informasi dari mana bahwa pembalut wanita bisa dijadikan media mabuk,” ujarnya.

Efeknya Mematikan

Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Eka Mutia mengatakan, pihaknya sering dipanggil pengadilan untuk menjadi saksi ahli kaitan penyalahgunaan obat.

Mulai dari obat batuk cair, tramadol, dextro, obat kuat, dan excimer yang sering disalahgunakan anak-anak untuk mabuk dan berhalusinasi.

“Saya juga dengar pembalut wanita mulai disasar untuk disalahgunakan. Saya juga tahu bahwa pembalutnya direbus dengan air panas, sementara air hasil rebusan campuran pembalut itu langsung diminum,” ujarnya.

Menurutnya, perilaku menyimpang itu bisa menyebabkan kematian lantaran pembalut wanita mengandung klorin untuk memutihkan warna pembalutnya, sekaligus juga media pembunuh bakteri atau kuman di organ kewanitaan.

“Pembalut itu kan terbuat dari kapas dan rayon, jadi pake klorin untuk memutihkan sehingga bisa mencegah bakteri,” katanya.

Namun, dia belum tahu seberapa parah dampak terhadap kesehatan jika meminum air rebusan tersebut. Sebab, klorin di pembalut ini merupakan racun, jadi tidak sepatutnya dimakan, diminum, maupun dikonsumsi dengan campuran apa pun.

“Saya belum jauh mendalami efek samping, tempo reaksi, dan kadarnya karena masih dalam penelitian lebih lanjut,” pungkasnya.

(Png – sisidunia.com)