Home » News » Praktik Industri Rumahan Ekstasi Terbongkar, BNN Tangkap 9 Orang

Praktik Industri Rumahan Ekstasi Terbongkar, BNN Tangkap 9 Orang



Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, membongkar praktik industri rumahan (home industry) ekstasi di Jalan Mawar, Lorong Sejahtera, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

Praktik Industri Rumahan Ekstasi Terbongkar, BNN Tangkap 9 Orang

Ilustrasi

Dari pembongkaran itu, sebanyak 9 orang berhasil ditangkap. Terdiri dari dua pemilik rumah yang merupakan pasangan suami istri DN (36) dan HP (39), serta tiga orang pekerja mereka, yakni F (31), AE (32), dan ZE (45). Selain itu ada 4 orang lainnya, yakni tamu yang kedapatan menggunakan narkoba di rumah itu. Mereka M (30), S (27), R (30), dan AHN (43).

Baca juga : Aneh, Pemuda Asal Gowa Mengeluarkan Telur

Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjend Pol Marsauli Siregar menyebutkan, penggrebekkan rumah yang dijadikan lokasi home industry ekstasi itu dilakukan pada Rabu 14 Februari 2018 lalu. Dalam penggrebekan itu, mereka berhasil menyita 42 butir pil ekstasi warna hijau siap edar, 2 butir pil ekstasi warna merah, 2 butir pil esktasi warna hijau, serta 104,5 gram bahan baku berupa tepung warna hijau siap cetak.

Kemudian, 25,6 gram bahan baku tepung hijau siap cetak, 1 set alat cetak dari nikel, 1 set blender, 2 martil karet, obat-obatan berupa Chloramphenicol, Mixagrib, Bodrex, Procold, Dextral, bedak gatal, dan 2 unit alat hisap sabu (bong).

“Jadi mereka ini melakukan kegiatan home industry ekstasi secara kecil-kecilan,” kata Marsauli, Senin (19/2/2018).

Marsauli mengatakan, home industri ekstasi yang diusahakan tersangka DN dan HP ini sudah berjalan sekira dua bulan terakhir. Ekstasi yang diproduksi dari home industry tersebut dijual seharga Rp80 ribu per butirnya.

“Pengakuan mereka baru dua bulan, dan produksinya belum banyak beredar. Tapi kita akan dalami lagi keterangan-keterangan tersebut. Apalagi berdasarkan pemeriksaan atas alat bukti yang kita temukan, diketahui bahwa produksi ekstasi rumahan ini menggunakan bahan-bahan campuran berbahaya. Ini yang masih kita selidiki lagi,” tandasnya.

(Png – sisidunia.com)