Home » News » Tak Terima Anaknya Dianggap Nakal, Wali Murid Aniaya Guru

Tak Terima Anaknya Dianggap Nakal, Wali Murid Aniaya Guru



Jakarta – Entah apa yang sedang terjadi pada pendidikan di Indonesia. Kekerasan selalu menjadi bumbu tak sedap yang menghiasi.

Tak Terima Anaknya Dianggap Nakal, Wali Murid Aniaya Guru

Ilustrasi

Masyarakat tentu belum lupa kisah pilu Guru Budi yang tewas ditangan muridnya sendiri. Belum hilang ingatan itu kini ada seorang guru menjadi korban penganiayaan oleh salah satu wali murid di Sulawesi Utara.

Baca juga : Copet di Car Free Day Terekam Kamera, Lihat Aksinya

Penganiayaan terjadi setelah wali murid tersingung anaknya diminta tak mengulangi perbuatan nakal melalui sebuah surat pernyataan. Insiden ini terjadi di SMP Negeri 4 Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Kronologi kejadian dimulai ketika seorang wali murid diundang ke sekolah. Wali murid ini diundang ke sekolah diduga karena tindakan tak terpuji sang anak di sekolah.

Sedangkan sang murid diminta membuat surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatan nakal di sekolah. Tapi respon mengejutkan malah datang wali murid tersebut.

Tak terima anaknya diminta membuat surat pernyataan, wali murid ini nekat memukul kepala sekolah menggunakan meja kaca. Deretan foto juga menunjukan kondisi memprihatinkan guru tersebut.

Terlihat banyak bercak darah di baju guru tersebut. Guru ini terlihat bersandar tak berdaya di sofa dengan luka serius di tangan dan kepalanya.

Sedangkan terlihat pecahan kaca berserakan di ruangan tersebut. Kisah ini beredar di media sosial setelah dibagikan akun Alfred Bustian Kaemba di grup Facebook Manguni Team123 / Tetengkoren Berguna.

Status itu lalu diunggah ulang oleh akun Instagram Waranddrama.sosmed, Selasa (13/2/2018) malam.

“Kembali lagi terjadi penganiayaan terhadap guru oleh wali murid.

Kepala Sekolah SMP 4 Lolak dianiaya oleh orangtua murid. Kejadian 10 pagi tadi (13/2/2018).

Kepala sekolah dipukul pakai meja kaca dan kaki meja hanya karena kepala sekolah menegur siswa dan menyuruh surat pernyataan atas kenakalan yang dilakukan siswa tersebut. Sangat disayangkan” tulis postingan tersebut.

Kisah serupa juga dibagikan akun Instagram Ndorobeei, Selasa malam. Bahkan akun ini menandai postingannya dengan tanda tangar #SaveAnakBangsa, #SaveGuru, dan #SavePendidikanIndonesia.

(Png – sisidunia.com)