Home » News » Pencari Kerja Kini Bisa Dimudahkan Lewat Aplikasi Ini

Pencari Kerja Kini Bisa Dimudahkan Lewat Aplikasi Ini



Ponorogo – Empat pelajar SMA Muhammadiyah Ponorogo berhasil membuat aplikasi untuk para pencari kerja. Muhammad Furqan Hidayatullah (18), Rifqi Fathin Al Hamid (16), Muhammad Akif Tholibul Huda (17) dan Dicky Bagus Sanjaya (18) menjelaskan aplikasi ini memudahkan para pekerja mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya.

Pencari Kerja Kini Bisa Dimudahkan Lewat Aplikasi Ini

Pencari Kerja Kini Bisa Dimudahkan Lewat Aplikasi Ini

Bahkan aplikasi buatan siswa kelas XII ini memenangi juara pertama tingkat nasional dalam lomba pemikiran kreativitas masyarakat yang diadakan alumni Universitas Jenderal Soedirman, Solo, Jateng.

Baca juga : Sandiaga Bakal Ajak Petugas PPSU Nonton Film Takut Kawin

Ketua kelompok, Muhammad Furqan Hidayatullah menjelaskan aplikasi yang diberi nama ‘Job Cyrcle’ ini dinilai sebagai cara mudah demi meningkatkan kesejahteraan untuk mewujudkan kemajuan bangsa.

“Aplikasi ini diperuntukkan bagi penduduk usia kerja agar memudahkan mencari lapangan pekerjaan,” tuturnya saat ditemui detikcom di sekolahnya, Jalan Gondosuri, Rabu (14/2/2018).

Ia menambahkan situs pencari kerja biasanya jarang ada pembagian dan bercampur, maka dengan memakai aplikasi ini ada pembagian sektor-sektor. “Jadi misal pekerjaan di sektor perkebunan, perikanan, perdangan, perkantoran nanti dibagi sendiri sama aplikasi,” jelasnya.

Menurutnya, ide pertama saat pembuatan aplikasi ini karena tingginya angka demografi Indonesia yang luas dengan jumlah penduduk yang banyak. “Sehingga bisa mempermudah untuk mengelola para usia pekerja dalam mencari pekerjaan, apalagi seluruh Indonesia sudah hampir bisa terkoneksi internet dan ada smartphone,” terangnya.

Rencana ke depan, lanjut dia, ingin mengajukan aplikasi ini ke pemerintah agar menjadikan aplikasi ini resmi untuk para pencari pekerja di Indonesia. “Banyaknya aplikasi di smartphone serta mayoritas masyarakat Indonesia memang aktif menggunakan internet sehingga dipastikan aplikasi ini pasti dibutuhkan para pencari kerja,” katanya.

Pelajar kelas XII IPA ini mengaku awalnya merasa pesimis karena saingan terberat ada banyak peserta yang sudah mahasiswa. Pasalnya, sebelum masuk final semua peserta presentasi tanpa kelas, tapi setelah itu ternyata sampai difinal dibedakan antara sekolah dan umum.

“Jadi waktu pertama datang sempat down karena ada banyak mahasiswa yang ikut lomba ini,” imbuhnya.

Sementara guru pembimbing, Mochamad Sachrur Rohman menambahkan ide pembuatan ini murni berasal dari anak didiknya. Sekolah hanya mendukung dan menjembatani keinginan para peserta didik. “Proses pembuatannya pun terbilang lama, sekitar satu tahun yang lalu, menunggu lomba yang cocok baru ini dan menang,” tukasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai guru biologi ini menambahkan siswanya belajar membuat aplikasi secara otodidak dengan cara melihat video tutorial dengan menggunakan aplikasi ‘I Build’.

“Anak-anak juga masih merasa kesulitan dalam membuat aplikasi ini, soalnya harus membuat link ke perusahaan yang ingin membuka lowongan pekerjaan, karena harus perusahaannya sendiri yang login menggunakan aplikasi ini,” tegasnya.

Ia berharap aplikasi yang masih berupa prototype ini segera diperbaiki oleh pemerintah sekaligus dijadikan situs resmi untuk mempermudah para pencari kerja. “Aplikasi ini sangat membantu masyarakat usia produktif dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang dikuasainya, harapannya aplikasi ini bisa diluncurkan secara resmi oleh pemerintah,” pungkasnya.

(Png – sisidunia.com)