Home » News » Patung Naga Sepanjang 35 Meter Akan Meriahkan Imlek 2018 di Bangka Belitung

Patung Naga Sepanjang 35 Meter Akan Meriahkan Imlek 2018 di Bangka Belitung



Bangka – Patung seekor naga raksasa panjang kurang lebih 35 meter akan memeriahkan perayaan Imlek 2018 atau yang jatuh pada 16-12-2569 di Dusun Cung Fo, Desa Bukit Layang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Patung Naga Sepanjang 35 Meter Akan Meriahkan Imlek 2018 di Bangka Belitung

Patung naga di Bangka

Patung naga ini terbuat dari bahan-bahan alami yang diambil dari hutan di sekitar desa dan dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat. Selain warga keturunan Tionghoa atau yang beragama Khonghucu, warga beda etnis dan agama juga turut serta membantu.

Baca juga : Seorang Karyawati Restoran Cepat Saji di Surabaya Tewas Terjepit Lift

Diketahui sejak dulu kerukunan umat beragama di Bangka Belitung sangat terjaga, saling bersinergi, menjaga toleransi, menghargai, dan menghormati keberagamaan.

Melihat hal tersebut, tentu saja ini salah satu simbol kerukunan dalam keberagamaan yang dipertontonkan masyarakat Bangka Belitung yang majemuk dan heterogen satu sama lainnya.

Terlebih di tengah krisis harmoni dan merebaknya propaganda disintegrasi, tentu hal ini patut disungguhkan agar tercipta indahnya keberagamaan dan saling menghargai, membantu di dalam semangat gotong royong demi kemaslahatan bersama.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Agus Susanto mengatakan bahwa proses pengerjaan patung naga sepanjang 35 meter ini, sudah dilakukan warga setempat sejak tiga minggu lalu dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun karena dikerjakan secara gotong royong oleh seluruh warga.

“Seluruh warga Bukit Layang, Bangka ikut serta membuat patung naga ini, tujuannya agar masyarakat di sini bisa lebih akrab dalam menyambut Imlek,” ujarnya ditemui awak media di Bukit Layang, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, Rabu (14/2/2018).

Dia menjelaskan, tubuh naga ini dibuat dengan berbahan baku dedaunan, bambu dan kayu yang diambil dari hutan desa yang ada di sekitarnya.

“Jadi memang dipilihnya naga akan meramaikan berbagai kegiatan perayaan yang nantinya akan digelar, lantaran naga identik dengan dekorasi di tempat ibadah kelenteng, ada barongsai, lampu merah lampion,” tutur Agus.

“Sebenarnya enggak harus naga juga, apa pun boleh, cuma karena naga identik kelentang-kelenteng saja,” timpalnya seraya tersenyum.

Kata Agus, hingga saat ini proses pembuatan patung naga sudah tahap akhir. Ini sudah tahap finishing, sekira 85 persen dan telah kita kerjakan sekira tiga minggu.

Pada kesempatan yang sama, Kades Bukit Layang, Bangka, Andri menyampaikan ini merupakan momentum menuju desa mandiri dan pembauran budaya dengan melibatkan seluruh stakeholder yang di Desa Bukit Layang.

Menurutnya, mininya Indonesia itu ada di Desa Bukit Layang, lantaran di sini semua berbaur tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

“Kelak pada puncak perayaan Imlek nanti, akan dimeriahkan festival barongsai dan pentas seni tingkat pelajar dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bangka,” pungkas Andri.

(Png – sisidunia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*