Home » Gaya Hidup » Minyak Hati Ikan Hiu Bisa Sembuhkan Kanker, Mitos atau Fakta ?

Minyak Hati Ikan Hiu Bisa Sembuhkan Kanker, Mitos atau Fakta ?



Jakarta – Saat ini menunjukkan tingkat yang mengkhawatirkan dengan perburuan hiu di dunia. Alasan utama perburuan ini adalah mitos mengenai kandungan beberapa organ hiu yang dianggap memiliki efek kesehatan.

Minyak Hati Ikan Hiu Bisa Sembuhkan Kanker, Mitos atau Fakta ?

Minyak Hati Ikan Hiu Bisa Sembuhkan Kanker, Mitos atau Fakta ?

Salah satu mitos yang berkembang di mayarakat adalah minyak hati ikan hiu mampu mengobati kanker.

Namun, benarkah hal tersebut?

Tidak ada obat untuk kanker, karena kanker bukanlah penyakit tunggal, menurut laporan Scientific American pada 2011. Selain itu, tidak ada sifat universal pada kanker yang bisa disembuhkan oleh satu jenis pengobatan.

Dengan kata lain, obat universal untuk kanker tidak ada. Pengobatan untuk kanker pun sangat bergantung di mana dan bagaimana keadaan penyakit tersebut.

Kandungan dari minyak hati ikan hiu dalam memberikan kontribusi terhadap kesehatan sebenarnya masih belum sepenuhnya dapat dipahami, dirangkum dari laman Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

“Squalene, misalnya, adalah pendahulu bosintesis dari kolesterol tapi diklaim mampu menormalkan level kolesterol darah pada orang yang makan makanan berlemak,” tulis laporan di laman FAO.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dwi Ariyoga Gautama, Koordinator Konservasi Ikan Hiu dari Lembaga World Fund Indonesia.

” Minyak hati hiu mengandung Squalene dengan kandungan 30-carbon organic compound yang sama dengan kandungan minyak sayur seperti wijen, kulit ari beras, biji gandum, dan zaitun,” kata Yoga melalui surat elektronik kepada Kompas.com, Sabtu (10/02/2018).

“Jadi pengganti bahan dari minyak nabati jauh lebih ramah lingkungan dan bermanfaat,” imbuh Yoga.

Dalam beberapa iklan komersial, minyak hati ikan hiu juga diklaim memiliki efek yang baik untuk penderita penyakit jantung, diabetes, hepatitis, dan alergi. Ditambah, kandungan yang dikenal sebagai alkylglycerols disebut sebagai senyawa yang mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Sayangnya, yang tak banyak diketahui bahwa minyak hati ikan hiu paling bermanfaat jika dalam bentuk alami. Tentu saja, kondisi ini tidak menarik orang atau perusahaan untuk mendanai penelitian.

Akibatnya, hingga saat ini belum ada pengujian menyeluruh terhadap kandungan tersebut.

Hal ini membuat para ahli konservasi mempertanyakan kembali kebenaran efek yang disebut menguntungkan ketika mengonsumsi minyak hati ikan hiu. Bahkan mereka menyebut bahwa minyak hati ikan hiu sebetulnya tak memberi manfaat tapi hanya mendorong perburuan ikan hiu.

Baca juga : Pakai Gaun Hitam, Nia Ramadhani Disebut Terlihat Makin Langsing

“Minyak hati hiu didominasi oleh jenis-jenis hiu botol yang merupakan hiu laut dalam dengan karakteristik reproduksi dan pertumbuhannya jauh lebih lama dibandingkan jenis-jenis ikan dipermukaan. Penangkapan berlebih sangat mengancam jauh lebih tinggi dibandingkan hiu lainnya,” ungkap Yoga.

“Status konservasinya (hiu) dalam IUCN sebagian besar tidak diketahui namun sebagian lagi sudah dalam kondisi vulnerable (terancam punah),” sambungnya.

WWF Indonesia telah mengampanyekan SOSharks sejak 2013, untuk mendorong penghentian pemanfaatan hiu di masyarakat. Lembaga konservasi ini juga berusaha untuk mengedukasi masyarakat bahwa populasi hiu saat ini terancam punah.

“Pesan kami juga diarahkan bahwa produk seafood lainnya banyak mengandung manfaat yang lebih dibandingkan hiu. Mengkonsumsi hiu berarti juga mendorong percepatan kepunahan hiu itu sendiri,” tutup Yoga.

(Png – sisidunia.com)