Home » News » Suami Istri Muslim Ikut Bantu Bersihkan Gereja Santa Lidwina Usai Serangan

Suami Istri Muslim Ikut Bantu Bersihkan Gereja Santa Lidwina Usai Serangan



Yogyakarta – Sejak pagi umat Gereja Santa Lidwina di Bedog, Sleman, Yogyakarta, mulai berdatangan. Mereka berbondong-bondong datang untuk membersihkan area Gereja Santa Lidwina, baik di bagian luar maupun dalam.

Suami Istri Muslim Ikut Bantu Bersihkan Gereja Santa Lidwina Usai Serangan

Jirhas rani dan Muttqin

Para umat mengepel bercak-bercak darah yang ada di lantai. Mereka juga menyapu kotoran bekas pecahan-pecahan di lantai.

Tampak pula seorang perempuan mengenakan hijab turut bersama umat membersihkan gereja, tidak hanya umat Nasrani. Perempuan bernama Jirhas Rani (30), warga Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman, ini datang bersama suaminya, Ahmad Muttaqin (37).

Sebagai sesama manusia sudah selayaknya saling membantu, Jirhas Rani mengatakan.

“Kita ini sesama manusia dan anak Indonesia, sudah selayaknya untuk saling membantu,” ujar Harsan.

Perbedaan agama bukan menjadi alasan untuk tidak peduli dengan sesama, ketika Jirhas Rani menuturkan. Justru sebagai sesama umat beragama harus saling simpati dan membantu ketika salah satu mengalami musibah.

“Kita ini sesama manusia, anak Indonesia yang beragama. Sebagai sesama umat beragama harus saling membantu dan menunjukkan simpati,” katanya.

Sejak pagi, umat sudah mulai bersih-bersih gereja. Umat membersihkan bagian luar dan dalam gereja. Mereka menyapu dan mengepel bercak darah yang berceceran di lantai.

Pihak kepolisian sudah mengizinkan umat membersihkan gereja, ketika salah satu umat Gereja Santa Lidwina, Tiyo, menuturkan. Garis polisi tadi malam juga sudah dilepas.

Baca juga : Melihat Lebih Dekat Chef Jose, Pria Penakluk Miyabi

“Kami hari ini mulai membersihkan gereja. Sudah diizinkan pihak kepolisian,” ujarnya.

Kegiatan bersih-bersih ini diikuti seluruh umat di Gereja Santa Lidwina. Aktivitas bersih-bersih ini menurut rencana berlangsung hingga Kamis (15/2/2018).

“Semua kami bersihkan, barang-barang juga diperbaiki. Jumat nanti bisa untuk ibadah lagi,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria tidak dikenal melakukan penyerangan dengan senjata tajam saat ibadah misa di Gereja Santa Lidwina, Minggu (11/02/2018) pagi.

Akibatnya, 3 umat, 1 pastor, dan 1 anggota polisi mengalami luka akibat senjata tajam.

(Png – sisidunia.com)