Home » Hiburan » Mbah Mijan Menyebut Orang Bodoh Bakal Makin Dimanfaatkan Penyebar Hoaks

Mbah Mijan Menyebut Orang Bodoh Bakal Makin Dimanfaatkan Penyebar Hoaks



Jakarta – Praktisi Supranatural Mbah Mijan kembali membuat heboh masyarakat Indonesia. Melalui akun media sosial Twitter, dirinya menuliskan sejumlah pernyataan terkait apa yang akan terjadi di masa depan jelang tahun politik ini.

Mbah Mijan Menyebut Orang Bodoh Bakal Makin Dimanfaatkan Penyebar Hoaks

Mbah Mijan

Kabar tersebut di tulis pada akun @mbah_mijan, Minggu (11/2/2018) sebagai berikut:

Kultweet dini hari judulnya “Tahun Politik”.

Bagi yang tidak bisa ngomong “P” pasti nyebutnya tahun ini adalah tahun “Bol Itik”.

Baca juga : Hubungan Rina Nose dan Fakhrul Razi Kini Hanya Sebatas Sahabat

Tentu maknanya jadi berbeda tapi dari beberapa sudut pandang, hampir mirip atau ada hal-hal yang serupa.

Selain itu, dirinya juga mengisyaratkan isu-isu seperti SARA, HOAX, persekusi, dll sebagai ‘telek’ yang dikonsumsi oleh orang-orang bodoh.

“Tahun Bolitik selalu menjual beragam “teleknya” dan memaksa jin-jin IQ jongkok untuk memakan telek goreng hasil masakan para iblis-iblis yang mengaku raja taktik.” @mbah_mijan

Bila manusia tidak bisa mengendorkan emosi dan menurunkan tekanan tensi tahun Bolitik, maka akan jadi tumbalnya.

“Padahal telek dari Bolitik bentuk dan baunya selalu sama sedari dulu, tapi generasi IQ jongkok juga tetap ada sepanjang masa.” @mbah_mijan

Itu yang membuat setiap tahun Bolitik datang para iblis selalu bergairah, apalagi kalau taktiknya berhasil disantap oleh para dungu, mereka bergembira.

Yang dimaksud iblis oleh Mbah Mijan adalah kaum-kaum yang memiliki kepentingan dan sengaja menebarkan fitnah demi mencapai kepentingannya.

“DEBURAN SARA, TEBARAN HOAX, BERAGAM PERSEKUSI, HINGGA BAHAN-BAHAN LAIN YANG BISA DIGORENG AKAN MENJADI BUMBU SEDAP UNTUK MELENGKAPI MASAKAN TELEK ITIK DITAHUN BOLITIK, SAKING SEMANGATNYA NGETIK, CAPSLOCK SAMPAI JEBOL GUYS, NITIP PESEN AJA SIH “JADI ORANG JANGAN KAGETAN” THE END.” @mbah_mijan

Lihat juga video Detik-detik Gereja St Lidwina Sleman Diserang, Pemuda 22 Tahun Aniaya Romo dan Jemaat

Mbah Mijan juga menganalisa mengenai persekusi dan latar belakang mengapa fenomena itu bisa terjadi.

“Persekusi yang terjadi itu “pesanan”, jangan suka kagetan jadi orang!!! Inget, tiba-tiba begal muncul dimana-mana dan tiba-tiba genk motor ngebacokin orang dimana-mana, otak gue kadang buntu nganalisa, itu kotoran apa sih! tiba-tiba muncul dan hilang begitu saja #CurigaGue” @mbah_mijan

Mbah Mijan juga mengingatkan untuk berhati-hati terhadap serangan teroris.

Menurut Mbah Mijan, akan ada politik devide et impera alias politik pecah belah, atau yang sering disebut politik adu domba.

“Saya sudah ingatkan sejak awal tahun, waspada teroris 2018 “Suatu saat nanti, serangan teroris tidak akan menggunakan bom lagi dan cukup dengan system Devide Et Impera” saya pernah katakan ini pada teman-teman setelah ada fenomena bom panci, jangan pernah lupakan 1 hal, jangan!!!” @mbah_mijan

“Jangan lupakan 1 hal, dengan kehebatan ‘brainwash technic’ para gembong teroris cukup mudah mendapatkan calon-calon “pengantin otak miring” yang siap meledak dimanapun, suruh bunuh diri saja mau, apalagi cuma bikin orang geger huru-hara, itu kecil meen, upil nyempil!” @mbah_mijan

Mbah Mijan juga membeberkan dari mana anggota-anggota teroris itu direkrut.

“Begitu mudahnya mencari “Calon Pengantin”, dulu mereka main FB sekarang main Twitter, jadi lebih mudah menemukan tumbal-tumbalnya, cukup melihat bahasa disetiap ketikan, ahli perekrut sudah paham.” @mbah_mijan

“Kalian pikir setelah terjaring langsung diajarin ngebom? Tidak Meeen!!! agama dulu yang diasupin, pelan-pelan sampai otak terisi paham “bom bunuh diri adalah kebenaran” rompi kancing bom baru dikenakan! Mabok Angkot” @mbah_mijan

Mbah Mijan mengakhiri ramalan paginya dengan kenyataan bahwa Indonesia sudah termakan politik Adu Domba sejak zaman Belanda.

“Indonesia kalo sudah “Adu Domba” dari jaman Belanda sampai sekarang masih tetap termakan, weduuuusss!!!” @mbah_mijan

(Png – sisidunia.com)