Home » News » Presiden Korsel Diundang Kim Jong-un Untuk Berkunjung ke Pyongyang

Presiden Korsel Diundang Kim Jong-un Untuk Berkunjung ke Pyongyang



Seoul – Presiden Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, mengundang Pemimpin tertinggi Korea Selatan, Moon Jae-in, untuk berkunjung ke Pyongyang dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Undangan tersebut disampaikan adik bungsu Kim Jong-un, Kim Yo-jong.

Presiden Korsel Diundang Kim Jong-un Untuk Berkunjung ke Pyongyang

Kim Jong-un

Moon dan Kim bertemu di Gedung Biru, Istana Kepresidenan Korea Selatan, di Seoul, pada siang waktu setempat. Juru bicara Gedung Biru, Kim Eui-kyeon mengatakan, kehadiran Kim Yo-jong di negaranya sebagai utusan khusus dari Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un.

Baca juga : Rusia Gunakan Robot Uran-6 Untuk Bersihkan Ranjau di Moskow

“Saat mengirimkan surat dari Kim Jong-un, utusan khusus Kim Yo-jong mengirimkan undangan untuk berkunjung bila waktunya memungkingkan, serta menyampaikan keinginan (Jong-un) untuk segera bertemu,” ujar Kim Eui-kyeon, melansir dari Yonhap, Sabtu (10/2/2018).

Presiden Moon Jae-in dilaporkan hanya ingin satu syarat jika diundang ke Pyongyang, yakni Konferensi Tingkat Tinggi Antar-Korea. Dalam pertemuan tersebut, Moon Jae-in juga menegaskan pentingnya Korea Utara untuk menghidupkan kembali dialog dengan Amerika Serikat (AS).

“Dimulainya kembali perundingan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat diperlukan juga untuk peningkatan hubungan antara Korea Utara dengan Korea Selatan,” imbuh Kim Eui-kyeon meniru ucapan Moon Jae-in.

Ia menambahkan, pertemuan berlangsung dalam suasana ramah. Kedua pihak juga saling bertukar pandangan mengenai sejumlah isu, termasuk hubungan antarkedua Korea serta isu-isu lain yang berpengaruh di Semenanjung Korea.

Jika terjadi, maka KTT tersebut akan menjadi yang ketiga sepanjang sejarah setelah digelar pada 2000 dan 2007. Kedua KTT sebelumnya dilangsungkan di Pyongyang, Korea Utara. Kedua Korea secara teknis masih dalam keadaan perang karena Perang Korea 1950-1953 hanya diakhiri dengan kesepakatan gencatan senjata, bukan kesepakatan damai formal.

Kunjungan Kim Yo-jong ke Korea Selatan sendiri sudah merupakan sebuah kejutan. Sebab, putri bungsu Kim Jong-il itu adalah satu-satunya anggota keluarga Kim yang berkunjung ke Korea Selatan, setidaknya setelah Perang Korea berakhir.

Pada Agustus 2009, delegasi Korea Utara terakhir kali berkunjung ke Istana Kepresidenan Korea Selatan. Mereka khusus datang ke Korea Selatan untuk menghadiri pemakaman mantan Presiden Kim Dae-jung yang berjasa menggelar pertemuan antar-Korea pertama dengan mantan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-il pada 2000.

(Png – sisidunia.com)