Home » News » Penjelasan Pihak MOMOIRO Terkait Kue Ada Belatung

Penjelasan Pihak MOMOIRO Terkait Kue Ada Belatung



Jakarta – Adanya belatung di kue coklat produk dari toko franchise asal Jepang, MOMOIRO diperlihatkan dalam sebuah video yang beredar di dunia maya. Seorang pembeli yang kecewa mengunggah video kondisi kue yang ia beli di gerai yang berada di mal besar Jakarta tersebut.

Penjelasan Pihak MOMOIRO Terkait Kue Ada Belatung

Penjelasan Pihak MOMOIRO Terkait Kue Ada Belatung

Oleh netizen pada grup-grup aplikasi chat WhatsApp, segera saja video tersebut viral setelah disebar. Tak pelak, hal ini membuat pihak manajemen toko kue tersebut pun tidak tinggal diam.

Pemegang merek MOMOIRO di Indonesia, PT. Mimosa Tarte Indonesia menjelaskan duduk persoalan kue berbelatung versi mereka di laman Facebook resminya.

Mereka menyebut bahwa sudah meminta maaf pada pelanggan yang kecewa tersebut secara langsung pada Senin, 5 Februari 2018, dalam pernyataan yang diunggah manajemen MOMOIRO.

Manajemen juga mengaku telah melakukan investigasi internal, terkait kue yang jadi pokok masalah. Hasilnya semua prosedur telah dijalankan secara standar dan tidak ada penyimpangan yang dilakukan oleh karyawan.

“Setelah proses investigasi internal, kami menemukan bahwa karyawan kami telah menjalankan Standard Operational Procedure sesuai dengan kebijakan internal kami terkait proses pembuatan dan kami tidak menemukan adanya penyimpangan,” tulis pernyataan tersebut.

Baca juga : Maia Bakal Gaet BCL Untuk Duo Ratu ?

Bahkan kue varian Choko B yang sama dengan yang dibeli oleh pelanggan yang bersangkutan, dan berasal dari loyang yang sama, masih layak konsumsi sampai dengan tanggal 5 Februari 2018 tanpa ada masalah belatung.

Kue tersebut diproduksi tanggal 4 Februari 2018 dan selesai dipanggang pukul 16.23 WIB.

“Kami menemukan bahwa kondisi kue masih layak dikonsumsi per tanggal 5 Februari 2018 pada pukul 19.30 WIB.”
Pihak manajemen juga menyebut bahwa kue produk mereka bisa bertahan 3 hari di suhu kulkas dan 1 hari di suhu ruang.

Namun demikian mereka berjanji akan mengaudit ulang proses pembuatan produk dan kualitas di outlet yang ada agar pelanggan puas.

(Png – sisidunia.com)