Home » Gaya Hidup » Penelitian, Kebiasaan Duduk Meningkatkan Resiko Kanker Pada Wanita

Penelitian, Kebiasaan Duduk Meningkatkan Resiko Kanker Pada Wanita



Jakarta – Duduk terlalu lama kerap dikaitkan dengan kematian yang lebih muda bahkan bagi orang yang mendapatkan banyak aktivitas fisik. Ternyata menurut sebuah studi baru, hal ini dapat meningkatkan risiko kanker pada wanita.

Penelitian, Kebiasaan Duduk Meningkatkan Resiko Kanker Pada Wanita

Ilustrasi

Para peneliti yang melakukan di American Cancer Society ini menemukan bahwa wanita yang menghabiskan waktu 6 jam atau lebih yang digunakan untuk duduk tiap harinya punya risiko 10 persen lebih besar untuk terkena kanker daripada wanita yang menghabiskan 3 jam atau lebih untuk duduk per hari.

Baca juga : Sedang Gelisah ? Coba Pakai Cara Ini Untuk Mengusirnya

“Waktu luang duduk yang lebih lama terkait dengan risiko yang lebih tinggi dari total risiko kanker pada wanita, dan secara spesifik pada multiple myeloma (kanker sel plasma) serta kanker payudara dan ovarium. Tetapi hal ini tidak terkait dengan risiko kanker pada pria, ” dr. Alpa Patel, pemimpin tim yang mengarahkan Cancer Prevention Study-3 di American Cancer Society.

Seperti yang dilansir American Cancer Society, studi ini menganalisis 77.462 wanita dan 69.260 pria yang tergabung dalam Studi Kelompok Gizi Pencegahan Kanker II American Cancer Society. Para wanita yang ikut dalam analisis ini rata-rata berumur 15,8 tahun dan untuk pria rata-rata 13,2 tahun.

Para peneliti membandingkan berapa jam yang dihabiskan oleh para peserta untuk duduk dengan risiko terkena kanker, dengan catatan bahwa tidak ada peserta yang mengidap kanker saat studi ini dimulai. Dalam studi di antara tahun 1992 dan 2009, ada 12,236 peserta wanita dan 18,555 peserta pria yang ternyata terdiagnosa memiliki kanker.

Pada wanita, duduk selama 6 jam atau lebih saat waktu luang terkait dengan 65 persen risiko lebih besar terkena multiple myeloma, 43 persen untuk kanker ovarium, 10 persen untuk kanker payudara invasif, dan 10 persen untuk kanker lain seluruhnya, dibandingkan dengan wanita yang duduk kurang dari 3 jam per harinya.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami perbedaan dalam hubungan antara pria dan wanita,” tulis Alpa Patel dan rekannya.

Kenaikan risiko ini tetap sama bahkan setelah para peneliti menyesuaikan dengan jumlah aktivitas fisik, BMI (Body Mass Index), usia, dan faktor lainnya. Pola yang sama tidak berlaku untuk pria. Dalam studi tersebut, waktu luang yang dihabiskan untuk duduk meningkatkan risiko kanker hanya untuk pria gemuk atau obesitas.

The American Cancer Society merekomendasikan orang dewasa mendapatkan setidaknya 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit aktivitas dengan intensitas yang kuat setiap minggu (atau kombinasi dari ini), sebaiknya dalam sepanjang minggu, dan batasi waktu yang dihabiskan untuk duduk bila memungkinkan.

Patel juga merekomendasikan orang bisa membuat perubahan kecil di rumah yang mengurangi waktu duduk mereka seperti berdiri sementara melipat cucian dan nonton TV. Sementara di tempat kerja, dia merekomendasikan:

1. Parkir lebih jauh dari tempat tujuan atau kantor Anda, jadi Anda dapat berjalan lebih jauh
2. Berdiri selama panggilan konferensi
3. Jika Anda berkesempatan menjadi penyelenggara rapat, buatlah “standing meeting” untuk rapat singkat
4. Mengambil istirahat berdiri atau berjalan selama 1-2 menit setiap jam

Patel mengatakan, “Untuk pencegahan kesehatan dan kanker yang optimal, cari rekomendasi aktifitas fisik yang sesuai dan kurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk.”

(Png – sisidunia.com)