Home » Gaya Hidup » Begini Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat Pada Si Kecil

Begini Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat Pada Si Kecil



Jakarta – Pola hidup sehat memang perlu diterapkan sejak dini. Ya, tak ada salahnya mengajak anak untuk menerapkan gaya hidup sehat mulai dari kecil.

Begini Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat Pada Si Kecil

Ilustrasi

Namun, bagaimana trik menerapkan pola hidup yang sehat untuk anak? Mengingat pada usia-usia tertentu, seperti 6-12 tahun, anak sangat sulit diajarkan oleh orangtuanya.

Baca juga : Rock Balancing Memiliki Manfaat Mirip Yoga

“Menerapkan pola hidup sehat sejatinya bisa dilakukan sejak kecil dan di rumah. Bila dari kecil tidak diterapkan maka saat dewasa akan sulit,” ujar spesialis gizi klinik dr Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, yang ditemui Okezone usai mengisi sebuah acara di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

Meski mengajarkan anak tidak mudah dan cukup menantang, namun sejatinya hal tersebut bisa dilakukan. Orangtua bisa mulai dengan memberikan contoh kepada sang anak.

“Kalau menyuruh anak makan sayur maka orangtuanya juga harus makan sayur. Jangan menyuruh anak makan sayur tapi ternyata orangtuanya tidak makan. Biar anak mau menerapkan maka dimulai dari orangtuanya, yang memberikan contoh pola makan dan hidup yang sehat, termasuk aktivitasnya,” tutur wanita yang akrab disapa Cindy tersebut.

Tak hanya asupan makanan, jangan lupakan aktivitas fisik berupa olahraga. Agar menarik dan sang anak mau bergerak, olahraga bisa dirancang sebagai permainan.

“Olahraga yang dibuat dalam bentuk permainan bisa membuat anak lupa waktu. Kan kalau olahraga 20 menit saja, misalnya, anak akan malas. Kalau dibuat permainan anak akan senang. Keterlibatan orangtua juga perlu bila dibutuhkan,” tambah wanita berambut panjang itu.

Adalah Cindy Charlota, seorang pendiri Mamapedia Indonesia, yang berbagi pengalamannya dalam mengajarkan pola hidup sehat kepada kedua putrinya. Cindy pun mengungkapkan bahwa mengajarkan anak tentang pola makan dan hidup yang sehat bisa dibilang cukup tricky.

“Misalnya, anakku yang pertama, dia suka enggak mau kalau diajak aktivitas di luar ruangan, alasannya panas. Nah, supaya mau, kuncinya orangtua harus ikut atau terlibat jangan hanya menyuruh saja. Jadi, aku coba untuk ajak anakku main di luar, di bawah pohon, panas-panasan. Dan, kalau ibunya ada, mereka ternyata mau,” cerita Cindy yang ditemui dalam lokasi yang sama.

Perihal urusan makanan, Cindy pun mengaku cukup kewalahan. Mengingat salah seorang anaknya tidak menyukai daging.

“Akhirnya, siasat aku menyembunyikan daging sebisa mungkin jadi berbagai olahan makanan. Misalnya, cemilan kroket. Karena kalau enggak gitu, anaknya enggak mau makan daging,” tutup Cindy.

(Png – sisidunia.com)