Home » News » Walikota Risma Ingin Ganti Kendaraan Dinasnya Dengan Mobil Listrik Buatan ITS

Walikota Risma Ingin Ganti Kendaraan Dinasnya Dengan Mobil Listrik Buatan ITS



Surabaya – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berencana ‘mengandangkan’ mobil dinasnya, Mitsubishi Pajero produksi tahun 2017, dan menggantikannya dengan mobil listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Walikota Risma Ingin Ganti Kendaraan Dinasnya Dengan Mobil Listrik Buatan ITS

Walikota Risma

Dia memberikan deadline kepada mahasiswa ITS sampai September 2018 mendatang.

“Ayo mana mobil listrik pesananku? masa lomba menang terus, sampai lupa dengan mobil pesananku? Saya tidak mau tahu, September besok mobil itu harus sudah jadi untuk mobil dinas saya,” kata Risma.

Untuk pengembangan energi baru dan terbarukan, Pemkot Surabaya, ITS, dan PJB saat ini telah menandatangani MoU. Salah satunya adalah pembuatan mobil listrik.

Mobil elektrik itu nanti tidak hanya untuk kendaraan operasional Risma mengatakan.

Dengan mobil listrik, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya akan mengganti mobil mereka. Total ada 74 kepala OPD yang nanti menggunakan mobil yang sama.

Risma menambahkan, semua fasilitas kelistrikan milik Pemkot Surabaya akan menggunakan energi surya, dalam MoU dengan ITS dan PT PJB.

“Bukan cuma mobil listrik, semua energi terbarukan akan direalisasikan bersama Pemkot Surabaya,” kata Wirawan, perwakikan PT PJB.

Untuk menunggu pesanan mobil listrik ke ITS, Risma menuturkan bahwa dirinya mengaku sudah dua tahun menunggu.

Dia percaya dengan kampus almamaternya tersebut, apalagi kerap menjuarai kompetisi mobil listrik.

Baca juga : Mbah Mijan Berikan Terawangannya Untuk Bulan Februari, Ada Apa Lagi ?

“Mobil listrik untuk operasional lebih suistainable katimbang juara dunia. Segera wujudkan. Tidak apa nanti mogok saya tak naik mobil derek,” ucap Risma.

“Saya tak mempedulikan mau model seperti apa. Interior bagaimana. Yang penting fungsi dan kegunaan. Pokonya bisa dikendarai,,” tandas wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Sementara itu, deadline September 2018 diberikan Risma karena saat itu akan ada 32 pemimpin dunia membicarakan global warming dan smart city.

Wali kota kelahiran Kediri ini ingin menunjukkan dunia bahwa Surabaya juga peduli. Salah satunya menggunakan mobil listrik

(Png – sisidunia.com)