Home » Gaya Hidup » Tertawa Bersama Pasangan Ternyata Bisa Membuat Hubungan Langgeng

Tertawa Bersama Pasangan Ternyata Bisa Membuat Hubungan Langgeng



Jakarta – Tertawa memang menyenangkan. Bahkan ada pula yang mengaitkan tawa dengan dampak positif terkait kesehatan.

Tertawa Bersama Pasangan Ternyata Bisa Membuat Hubungan Langgeng

Ilustrasi

Seseorang biasanya tertawa lantaran merasa ada sesuatu yang lucu. Namun, nyatanya tidak demikian. Tidak percaya? Simak ulasan fakta mengenai tertawa berikut ini seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, Selasa (6/1/2018):

Tertawa sebenarnya jarang berkaitan dengan humor

Profesor psikologi dan ilmu saraf di University of Maryland, Robert R. Provine dalam bukunya mengungkapkan hasil penelitian menarik di mana orang tertawa karena humor atau lelucon hanya sekira 10%. “Tertawa benar-benar memiliki fungsi ikatan antara individu dalam kelompok,” kata Robert.

Pasangan yang tertawa bersama, hubungan tetap langgeng

Robert Levinson, profesor psikologi dari University of California Berkeley melakukan sebuah penelitian kecil terhadap beberapa pasangan. Masing-masing pasangan diminta untuk membicarakan hal-hal yang membuat mereka kesal satu sama lain. Hasilnya pasangan yang menanggapi hal-hal yang membuat kesal dengan tawa merasa lebih baik dan bahkan memiliki tingkat kepuasan hubungan lebih tinggi serta bertahan lebih lama. Hal ini membuktikan jika tertawa bersama pasangan dapat memperkuat hubungan.

Tertawa mengendalikan otak kita

Saat seseorang melihat orang lain tertawa, maka biasanya dia akan ikut tertawa. Alasannya karena otak membuat seseorang hampir tidak mungkin menahan tawa. Daerah otak korteks premotor yang mempersiapkan otot-otot di wajah untuk bergerak telah diaktifkan saat melihat orang lain tertawa.

Tertawa membawa banyak dampak positif bagi kesehatan

Menurut penelitian darinVanderbilt University, bila Anda tertawa 10-15 menit per hari, hal itu bisa membakar energi hingga 40 kalori. Selama tertawa terjadi peningkatan denyut jantung dan konsumsi oksigen sehingga mendorong proses pembakaran. Selain itu, pada orangtua dengan rentang usia 60-70an, tertawa bisa meningkatkan ingatan mereka karena memperbaiki fungsi pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Penelitian lain menunjukkan bahwa tertawa dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membantu mengatur kadar gula darah, dan memperbaiki tidur.

Tertawa mungkin bersifat genetik

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Northwestern University terhadap lebih dari 300 orang, ditemukan jika seseorang memiliki gen 5-HTTLPR atau alel pendek, maka ia lebih cepat menertawakan kartun atau klip film lucu daripada versi gen yang panjang. Sebaliknya, orang dengan alel panjang kurang peka terhadap kondisi lingkungan sehingga sulit tertawa.

(Png – sisidunia.com)