Home » News » Saat Jemaat Khusuk Ibadah, Pria Ini Gondol Kamera di Gereja

Saat Jemaat Khusuk Ibadah, Pria Ini Gondol Kamera di Gereja



Surabaya – Memang keterlaluan, pencurian yang dilakukan oleh Piter. Sebab ia melakukan pencurian saat sejumlah jemaat khusuk berdoa. Warga Jalan Nginden 6 G nomor 15, Surabaya tersebut mengambil sebuah kamera di ruang multi media Gereja Bethany di Jalan Manyar Jaya, Surabaya. Namun aksinya berhasil diungkap polisi lantaran terekam CCTV.

Saat Jemaat Khusuk Ibadah, Pria Ini Gondol Kamera di Gereja

Ilustrasi

Pada Senin (29/1), kasus pencurian yang dilakukan oleh Piter ini terjadi. Saat itu, dengan berpura-pura ingin beribadah, dia datang ke gereja tersebut. Piter memang salah satu jemaat yang sering beribadah di gereja tersebut. Namun, ketika sejumlah jemaat berdoa dengan khusuk, ia malah memperhatikan kondisi gereja, entah apa yang ada di pikirannya saat itu.

Saat itulah ia melihat pintu ruangan multi media terbuka. Karena penasaran, ia pun mendekati ruangan tersebut. Lokasinya memang tak jauh dari tempat ia beribadah. Kemudian ia clingak-clinguk untuk memastikan kondisi ruangan. Namun ia mendapati ruangan dalam keadaan kosong.

Saat itu, di meja ruangan tersebut ia melihat sebuah kamera yang tergeletak. Tanpa berpikir panjang ia pun masuk dan mengambil kamera tersebut. Ia memasukkannya dalam tas dan bergegas kabur. Tak berapa lama kemudian, pengurus gereja masuk ke ruangan tersebut, namun saat mendaftar barang-barang yang ada di situ, pengurus mendapati jika kamera merek Sony tak ada.

“Pengurus sempat menanyakan keberadaan kamera tersebut kepada pengurus lain, namun tak ada yang mengetahuinya. Setelah itu, mereka mengecek CCTV ternyata pelakunya adalah tersangka Piter, salah satu jemaat gereja tersebut,” ungkap Kapolsek Sukolilo.

Karena sudah mengetahui pelakunya, maka pengurus dan sekuriti menununggu tersangka datang kembali ke gereja. Kemudian beberapa saat setelah kasus pencurian itu, ia ditangkap. Awalnya ia mengelak, namun setelah ditunjukkan rekaman CCTV, ia tak bisa berkutik dan mengakui perbuatannya.

Baca juga : Komnas Anak Desak Pemberian Hukuman Untuk Siswa Yang Tewaskan Guru

“Setelah itu kami diberitahu oleh pihak sekuriti jika pelaku sudah tertangkap. Kami pun menuju ke lokasi dan mengamankan tersangka,” terangnya.

Polisi melakukan penggeledahan di rumah tersangka untuk mencari barang bukti berupa kamera yang sudah diambil Piter, setelah piter tertangkap. Namun polisi tak menemukan kamera tersebut. Sebab Piter sudah mengirimkan kamera tersebut ke rumah salah satu saudaranya di solo.

“Rencananya kamera tersebut akan diambil saat dia pergi ke solo, tersangka mengaku jika kamera tersebut akan dipakainya sendiri,” terang Ibrahim.

Dalam pemeriksaan, piter mengaku jika pencurian itu tak ia rencanakan sebelumnya. Hal itu spontan ia lakukan setelah melihat sebuah kamera yang tergelatak di meja multi media, gereja.

(Png – sisidunia.com)