Home » News » Para Kader Lingkungan Gelar Kampanye Surabaya Bebas Sampah 2020

Para Kader Lingkungan Gelar Kampanye Surabaya Bebas Sampah 2020



Surabaya – Kembali melakukan inovasi pada minggu pertama di bulan Februari 2018 ini DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau) bersama DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Surabaya. Kini DKRTH menggelar kampanye Surabaya Bebas Sampah 2020 kepada masyarakat Kota Pahlawan di sepanjang arena Car Free Day (DFC) Taman Bungkul Surabaya, jika sebelumnya telah sukses dengan program Bank Sampah yang sudah banyak diterapkan di lingkungan RT di berbagai wilayah.

Para Kader Lingkungan Gelar Kampanye Surabaya Bebas Sampah 2020

Para Kader Lingkungan Gelar Kampanye Surabaya Bebas Sampah 2020

Sekitar pukul 06.00 WIB, para kader lingkungan sudah terlihat mempersiapkan perlengkapan kampanye. Mulai dari karung plastik polybag hingga banner bertuliskan ajakan masyarakat yang intinya untuk sadar buang sampah pada tempatnya. Para kader lingkungan ini mulai berjalan melewati kerumunan warga yang menikmati CFD.

Untuk tidak meninggalkan dan membuang sampah sembarangan, Tim Kampanye Surabaya Bebas Sampah 2020 yang berjumlah puluhan orang tersebut membawa karung plastik dan juga banner berjalan ke arah Selatan sambil mengingatkan masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang turut membuang sampah ke dalam karung plastik yang dibawa, dan banyak masyarakat pro aktif atas kampanye tersebut.

Melik Mesfiatin, Sekretaris Korwil Fasilitator Lingkungan Surabaya Selatan, mengatakan bahwa tujuan adanya kampanye ini bertujuan menyadarkan masyarakat untuk sadar terhadap sampah. Tidak hanya untuk sadar membuang sampah pada tempatnya saja, tetapi tahap selanjutnya adalah memilah sampah sesuai jenis-jenisnya.

Baca juga : Foto, Inikah Sosok Istri Julianto Tio ?

Sesuai dengan Perda No.5 Tahun 2014 Pasal 43, sampah wajib untuk dibuang pada tempat yang telah disediakan dan dilarang untuk membuang sampah pada tempat umum termasuk sungai, got, riol saluran, jalan umum, tempat umum, berm atau trotoar serta tempat umum lainnya. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa pidana kurungan selama 6 bulan atau denda 50 juta.

Kegiatan serupa juga berlangsung di CFD sepanjang Jl. Tunjungan, selain di Taman Bungkul. Kedepannya, sosialisasi kepedulian akan kebersihan dan mengolah sampah ini akan terus dilakukan.

(Png – sisidunia.com)