Home » News » Gara-gara Motor, Pria Ini Jadi Korban Penusukan

Gara-gara Motor, Pria Ini Jadi Korban Penusukan



Jakarta – Pemuda asal Desa Katerban, Baron, Risang Yogi (27) yang memacu gas motornya berulang-ulang alias blayer saat menyalip motor di depannya, berujung pengeroyokan. Dia harus menjalani perawatan di RSUD Kertosono usai ditusuk pisau oleh Sugianto (30) asal Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Senin (29/1/2018) malam lalu.

Gara-gara Motor, Pria Ini Jadi Korban Penusukan

Ilustrasi

Kala itu, Risang melewati jalan Dusun Sambikenceng, Desa Katerban, Kecamatan Baron sekitar pukul 19.00 Senin malam lalu. Saat melewati kendaraan Honda CBR di depannya yang dikemudikan oleh Bukhori, 21, asal Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo bersama Sugianto, Risang memacu gas motornya dengan kencang berulang kali alias blayer.

Baca juga : Lewat Video Konyol, Nasib Pria Ini Berubah

Dua pria yang baru saja pesta miras itu tersinggung mendengar blayeran pemuda di depannya. Mereka lantas mengejar Risang. Sesampainya di tempat kejadian perkara, Risang berhenti. Bukhori dan Sugianto juga ikut berhenti. Ketiganya langsung terlibat adu mulut. “Pelaku menanyakan maksud korban blayer-blayer motor saat menyalip,” kata Paur Subbag Humas Polres Nganjuk Ipda Trubus.

Beberapa saat kemudian, Bukhori langsung memukul Risang. Sugianto yang juga dalam pengaruh miras ikut memukul Risang menggunakan batu nisan. Belum sempat melawan, Sugianto yang emosi lantas mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan menusuk tangan Risang.

Merasa terdesak, Risang lantas berteriak. “Maliiing!”. Hanya dalam hitungan detik warga sekitar langsung keluar dari rumah dan mendatangi mereka. Bukhori yang panik langsung melarikan diri meninggalkan Sugianto.

Ia pun hanya bisa pasrah saat dibawa warga ke Polsek Baron. Akibat perbuatannya, dia diancam dengan pasal 170 KUHP jo pasal 2 ayat 1, UU Darurat No. 12/1951. “Pelaku diancam pasal penganiayaan dan membawa senjata tajam,” lanjut Trubus.

Hingga kemarin polisi masih mengejar Bukhori yang berhasil melarikan diri. Dia dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Untuk proses lebih lanjut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Selain pisau dan baju korban, polisi juga mengamankan pecahan batu nisan dan sepasang sandal. “Kami imbau Bukhori segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pinta Trubus.

(Png – sisidunia.com)