Home » News » Pasha Tak Merasa Langgar Etika Dengan Tatanan Rambutnya

Pasha Tak Merasa Langgar Etika Dengan Tatanan Rambutnya



Palu – Gaya rambut wakil wali kota Palu, Sigit Purnomo alias Pasha ‘Ungu’ jadi sorotan. Sebab gaya rambut Pasha itu tak biasa, sebagai kepala daerah. Pasha pun membela diri dan mengatakan dirinya tidak bermaksud untuk melanggar etika.

Pasha Tak Merasa Langgar Etika Dengan Tatanan Rambutnya

Pasha

Gaya rambut Pasha yang disoal adalah potongan rambut gaya skin fade dan dikuncir ke belakang, padahal saat itu dia memakai seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berada dalam acara televisi.

“Terima kasih atas perhatian saudara-saudaraku. Rekan-rekan masyarakat di seluruh Indonesia berkaitan persoalan rambut kami yang terlihat dan dianggap nyeleneh dan kurang tepat sebagai kepala daerah dalam acara Glenn-Tompi. Prinsipnya kami sangat menerima masukan dan kritik yang ditujukan kepada kami,” kata Pasha.

“Perlu kami informasikan bahwa yang mengikat kami dalam pelaksanaan tugas jabatan selaku kepala daerah ada dua hal. Pertama aturan dan yang kedua adalah etika. Secara aturan tidak ada secara jelas dan terurai dalam point point tertentu yang mengatur tentang bagaimana tatanan rambut seorang kepala daerah,” lanjutnya.

Secara etika, dirinya merasa tidak melanggar, Pasha mengatakan. Hal itu lantaran Pasha menyebut sudah tampil dengan rapi meski rambut dalam kondisi diikat.

Baca juga : Armand Maulana Tantang Marion Jola Lakukan Ini di Panggung Indonesian Idol

“Dalam kegiatan acara Glenn-Tompi tersebut tagline atau judulnya adalah musisi yang menjadi pejabat/kepala daerah,sebenarnya kesan itu (ikat rambut) yang secara pribadi sengaja saya tampilkan agar terlihat rapih (kalau ga diikat akan terlihat berantakan dan kurang sopan) dan tetap berusaha menjaga etika tanpa bermaksud pamer atau terkesan nyeleneh dari penampilan kami pada saat wawancara dengan sahabat saya Glenn-Tompi,” ujar Pasha.

Sementara itu, Kemendagri menilai pihaknya memiliki aturan tentang cara berpakaian dinas. Direktur Fasilitas Kepala Daerah, DPD dan Hubungan antar lembaga (FKDH) Kemendagri, Akmal Malik menyebut Pasha melanggar etika.

“Sisi etika saja, ada aturan berpakaian rapi, tata cara berpakaian dinas. Secara normatif tidak melanggar UU, hanya melanggar etika tata cara berpakaian,” kata Akmal saat dihubungi.

Pihaknya akan memberikan teguran ke Pasha, Akmal menambahkan. Ia juga akan diingatkan kembali soal aturan berpakaian dinas sesuai Permendagri.

“Kita akan tegur, ingatkan dulu, karena itu sifatnya administratif,” katanya.

(Png – sisidunia.com)