Home » Techno » Simak Alasan Lain Bumi Tidaklah Datar

Simak Alasan Lain Bumi Tidaklah Datar



Jakarta – Telah lama terjadi perdebatan mengenai bentuk Bumi. Sebagian menganggap bahwa Bumi berbentuk bulat, sedangkan lainnya meyakini bahwa Bumi berbentuk bidang datar atau cakram.

Simak Alasan Lain Bumi Tidaklah Datar

Para ahli konspirasi yang meyakini bahwa Bumi adalah sebuah bidang datar sering disebut Kaum Bumi Datar (Flat Earth). Pada November lalu, ratusan ahli teori konspirasi ini bahkan menggelar konferensi internasional pertamanya di North Carolina, Amerika Serikat.

Daily Mail, Jumat (17/11/2017), mewartakan, konferensi ini digelar dengan tujuan semakin menegaskan bahwa Bumi berbentuk cakram, bukan bulat. Dalam sebuah peta Bumi datar yang ditampilkan di sana, lingkaran Arktik tergambar pada posisi tengah, sedangkan Antartika mengelilingi pusatnya dengan dinding es setebal 45 meter.

Teori ini jelas dibantah oleh komunitas ilmuwan internasional. Sejak dulu, bahkan pada awal tahun 500 SM, filsuf Yunani kuno Phytagoras telah mengemukakan konsep bahwa Bumi berbentuk bola. Meski begitu, teori ini belum disertai bukti fisik.

Barulah pada tahun 330 SM, Aristoteles memaparkan beberapa bukti yang menguatkan konsep pendahulunya. Bukti tersebut bahkan bisa dilihat sendiri oleh orang awam.

Hal ini semakin terbukti saat para astronom berhasil mengambil foto Bumi dari luar angkasa.

Mengutip Newsweek pada Senin (27/11/2017), pada 23 Agustus 1966, Orbiter Lunar mengambil foto pertama Bumi dari Bulan. National Geographic menyebutkan bahwa foto tersebut diambil dari jarak 380.000 kilometer. Fotonya tak utuh karena setengah bagian lainnya tengah dalam kondisi malam.

Dua tahun kemudian, astronot Apollo 8 mengabadikan foto berwarna pertama Bumi dari Bulan yang disebut “Earthrise”.

Tak hanya itu, pada 7 Desember 1972, diperolehlah foto pertama Bumi secara utuh yang dijuluki “Blue Marble” (Kelereng Biru).

Baik bukti sederhana maupun bukti foto dari luar angkasa ini disangkal oleh para ahli konspirasi. Mereka menganggap bahwa citra satelit dan bukti ilmiah yang ada selama ini hanyalah “konspirasi Bumi bulat” yang dibuat oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) serta negara-negara lainnya.

(Png – sisidunia.com)