Home » Gaya Hidup » Penelitian, Pria Rendah Hati Lebih Menarik Perhatian Wanita

Penelitian, Pria Rendah Hati Lebih Menarik Perhatian Wanita



Jakarta – Sebagian wanita memperhatikan pria dari penampilannya, namun tidak sedikit pula wanita yang memperhatikan sikap dan perilaku pria. Ternyata, hal ini pun telah dibuktikan oleh riset ilmiah. Studi yang dilakukan di Hope College, Amerika Serikat, melaporkan bahwa ketimbang pria sombong, wanita lebih tertarik pada pria rendah hati.

Penelitian, Pria Rendah Hati Lebih Menarik Perhatian Wanita

Ilustrasi

Untuk meneliti, para periset menciptakan profil palsu dalam situs kencan online yang hanya berkisar pada seberapa rendah hati hingga seberapa sombong pria dalam mendeskripsikan dirinya. Para wanita menilai pria rendah hati dan sederhana lebih menarik perhatian dan merupakan jenis pria yang ingin mereka kencani.

Para wanita menilai kerendahan hati sebagai sinyal bahwa pria akan memperlakukan wanita dengan baik ketika menjalani hubungan, menurut ketua penelitian Daryl Van Tongeren PhD. Van Tongeren menambahkan, orang-orang yang rendah hati memang lebih menempatkan orang lain, termasuk orang terkasih, di atas diri sendiri.

“Hal terbaiknya adalah sikap kerendahan hati bukanlah sikap yang sudah ada begitu saja. Anda bisa memupuknya dengan sedikit upaya,” ujar Van Tongeren.

Pertama, kenali apa sebenarnya kekurangan diri. Maka jangan sungkan untuk meminta tolong kepada teman atau keluarga untuk memberitahu apa sebenarnya kekurangan diri Anda, jika sulit mengidentifikasikannya. Van Tongeren menjelaskan, memiliki pandangan akurat tentang kekuatan dan kelemahan adalah kunci utama kerendahan hati.

Baca juga : Sang Ibunda Klarifikasi Rumor Ardina Rasti Sudah Hamil

Kemudian, carilah cara untuk berbagi kepada orang lain ketika menceritakan tentang pencapaian Anda. Maksudnya, jangan hanya menceritakan prestasi dan pencapaian Anda saja, sehingga cap sebagai pria sombong pun terhindarkan.

Hal yang terpenting lainnya adalah, tempatkan hubungan Anda di atas kepentingan Anda sendiri. Misalnya, ketimbang menang dalam adu argumen, lebih baik pikirkan cara bagaimana mengatasi masalah yang Anda berdua hadapi dalam menjalani hubungan meskipun Anda harus berkorban atau mengaku salah.

(Png – sisidunia.com)