Home » Gaya Hidup » Benarkah Teh Bisa Bikin Kecanduan?

Benarkah Teh Bisa Bikin Kecanduan?



Jakarta – mungkin Anda bingung dengan teh yang bisa menyebabkan kecanduan? Bukannya itu berlaku hanya untuk kopi, ya? Tapi, Anda harus tahu bahwa teh pun memiliki kadar kafein di dalamnya dan kemungkinan menyebabkan kecanduan itu cukup tinggi.

Awas, Minum Teh Panas Bisa Menjadi Pemicu Munculnya Kanker

Awas, Minum Teh Panas Bisa Menjadi Pemicu Munculnya Kanker

Mengutip Livestrong, terkait dengan jumlah kafeinnya, ternyata itu semua tergantung pada beberapa faktor. Namun, jika diambil rata-rata, kafein yang terkandung di dalam 29,6 ml minuman teh itu sekitar 40 sampai 120 mg kafein. Sementara itu, khusus untuk teh putih, teh oolong, dan teh hijau mungkin memiliki kandungan kafein yang lebih sedikit.

Baca juga : Ini Beberapa Manfaat Teh Hijau Untuk Kulit dan Rambut

Perlu Anda ketahui, kandungan kafein di dalam teh itu tidak setinggi kopi. Jumlahnya kafein maksimal teh bahkan masih terbilang sangat kecil untuk jumlah kafein di dalam kopi. Begitu juga tidak setinggi jumlah kafein di dalam minuman berenergi, atau pil kafein. Namun, jumlah kafein di teh lebih tinggi dibandingkan kafein di soda.

Terkait dengan risiko kecanduan, teh ternyata sangat kecil dampaknya. Bahkan, soda yang malah kafeinnya lebih sedikit, memiliki dampak candu yang lebih tinggi daripada teh.

Lebih lanjut, kecanduan ini erat kaitannya dengan kandungan kafein di dalam suatu makanan atau minuman. Efek kafein yang umum mencangkup peningkatan kewaspadaan atau menambah energi, menghilangkan kegugupan, dan sulit tidur. Saat tubuh Anda sudahmerasa tidak bisa lepas dari kafein dan fungsinya itu, maka dipastikan Anda sudah kecanduan.

Salah satu alasan kenapa ini bisa terjadi juga lantaran tubuh Anda telah menyesuaikan diri dengan kandungan kafein dan malah terbiasa bahkan harus mendapatkan kafein. Pada beberapa orang, dosisnya pun akan semakin tinggi dan tidak menutup kemungkinan malah akan melampaui batas amannya.

Lantaran teh memiliki risiko candu, maka dari itu sebaiknya Anda mawas diri terhadap dampak tersebut. Yang bisa dilakukan adalah memperpendek penyeduhan teh atau dengan menurunkan suhu air teh Anda. Kemudian, Anda bisa juga beralih ke teh oolong, teh hijau, atau teh putih.

Setelah itu, jika memungkinkan Anda mulai membatasi konsumsi teh secara bertahap. Untuk mencegah tubuh “kaget” dengan perubahan yang lebih baik itu, Anda bisa melakukan pengurangan di jumlah bukan durasinya. Setelah itu mulailah mengurangi jumlah dan mengurangi durasi pengonsumsian tehnya.

Ingat, yang berlebihan itu tidak baik. Apapun itu, termasuk teh.

(Png – sisidunia.com)