Home » News » Viral, Struk Belanja Ini Buktikan Harga Rokok Masih Rp 750 di Tahun 1992

Viral, Struk Belanja Ini Buktikan Harga Rokok Masih Rp 750 di Tahun 1992



Jakarta – Zaman sekarang, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, tidak sedikit orang yang membandingkan harga kebutuhan pokok zaman sekarang dengan era Presiden Soeharto. Alhasil, keluarkan guyonan dengan kalimat “Enak endi karo jamanku”.

Viral, Struk Belanja Ini Buktikan Harga Rokok Masih Rp 750 di Tahun 1992

Viral, Struk Belanja Ini

Di dunia maya, tulisan tersebut biasanya akan kamu temukan di belakang truck atau meme yang beredar luas. Beberapa hari terakhir, beredar foto viral tentang struck belanja tahun 1992 di media sosial.

Oleh akun Twitter @HMSoeharto1912 foto tersebut dibagikan. Kepada warganet, akun tersebut mengaku mendapatkan struck belanja itu dari orang lain.

“Ada yg punya kenangan belanja sembako tahun 1992. Ini struknya.” cuitnya di keterangan foto struck tersebut.

Mengingat ada tulisan serupa di bagian atasnya, struck itu sepertinya dikeluarkan oleh Gelael Supermarket. Terlihat juga tulisan tanggal 22 Maret 1992 di dalamnya.

Harganya rata-rata masih di bawah Rp 1.000, bisa dilihat berbagai barang pada zaman itu. Bahkan total belanjaannya saja hanya Rp 50.000. Coba bayangkan kalau total pengeluaran belanjaan bulanan kita saat ini hanya sebesar itu.

Foto ini sendiri baru diunggah pada hari Selasa (16/1/2018) kemarin. Hingga saat ini, foto tersebut sudah diretweet lebih dari 300 kali.

Baca juga : Raffi Ahmad Ajak Puteranya Cuci Mobil Mewah

Sontak, foto ini langsung mendapatkan berbagai komentar dari warganet.

Berikut ini beberapa komentar mereka.

@NTriandana “tahun 1992 mah bensin masih gopek/liter kayaknya.naik metromini pelajar cepek”

@HADIPURW2310 “Saat itu yang jelas kalau belanja bawa uang 100 ribu becak sudah penuh”

@arry_wibawa “pegang duit seribu dah serasa orang kaya. waktu sekolah maksudnya”

@bengkeldodo “Yg ga berbanding lurus rokok malborl gula di warung 12.000 rokok sudah 24000”

(Png – sisidunia.com)