Home » Hiburan » Ge Pamungkas : “Menghina SARA Bukanlah Gaya Saya Dalam Menghibur”

Ge Pamungkas : “Menghina SARA Bukanlah Gaya Saya Dalam Menghibur”



Jakarta – Tersandung masalah dugaan pelecehan agama, komika sekaligus aktor peran Ge Pamungkas. Di materi stand up comedy yang dibawakan olehnya beberapa waktu lalu, hal tersebut bermula kala Ge dianggap menistakan islam.

Ge Pamungkas : "Menghina SARA Bukanlah Gaya Saya Dalam Menghibur"

Ge Pamungkas

Video stand up Ge tersebut pun kini sudah menjadi viral. Ia bahkan terancam dilaporkan ke polisi oleh tim Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) esok hari.

Menanggapi hal tersebut, bintang Mars Met Venus ini pun akhirnya angkat suara. Secara pribadi, pria 28 tahun itu mengirimkan pesan kepada salah satu akun gosip di Instagram. Dalam penuturannya, Ge menekankan bahwa sama sekali tidak menghina islam.

“Assalamualaikum Wr. Wb. Min, mau saya jelaskan, bahwa konteks dari omongan saya tentunya tidak menghina Allah SWT, melainkan sifat manusia yang masih double standard dalam melihat agama/ras orang yang dianutnya,” tulis Ge mengawali klarifikasi.

“Menghina agama, ras, dan adat istiadat bukanlah gaya saya dalam menghibur penonton, jadi saya sangat amat sadar bahwa saya tidak mungkin menghina/menyentuh ranah itu, terlebih lagi menghina Sang Khalik, Allah SWT,” sambungnya.

Ge menyebut video tersebut dipotong sehingga menimbulkan salah tafsir bagi masyarakat yang menonton. Namun di sisi lain, Ge juga menyadari bisa jadi gaya komunikasinya yang salah.

“Mungkin ada beberapa part dari awal acara yang tidak terlihat/terpotong, sehingga dapat menimbulkan salah tafsir. Atau mungkin juga cara komunikasi saya yang salah dan syukur alhamdulillah saya masih ditegur oleh Allah SWT melalui mimin,” imbuhnya.

Baca juga : Kuasa Hukum Menyebut Ada Ancaman Pada Ge Pamungkas dan Joshua

Maksud materi yang dibawakan agar tidak menimbulkan salah persepsi lagi, pemilik nama asli Genrifinadi Pamungkas ini juga bersedia menjelaskan secara terperinci.

“Apabila masih kurang berkenan, saya bersedia kok untuk bertemu, tabayyun, supaya penjelasannya lebih dapat dimengerti. Sudah tugas seorang Muslim dan Muslimah untuk saling mengingatkan,” jelasnya.

“Dan saya dari lubuk hati yang paling dalam ingin berterumakasih sudah diingatkan. Syukron, Allah Yubarik Fik, wassalamualaikum wr.wb,” tutup Ge.

(Png – sisidunia.com)