Home » News » Menpora Siap Angkat Atlet Berprestasi Menjadi PNS

Menpora Siap Angkat Atlet Berprestasi Menjadi PNS



Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi merealisasikan bonus pengangkatan atlet berprestasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menpora mendatangi Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia di Jakarta, Senin (8/1/2018).

Menpora Siap Angkat Atlet Berprestasi Menjadi PNS

Imam Nahrawi

Imam menjelaskan, proses realisasi bonus itu sudah hampir selasai. Jika tidak ada aral rintangan, nama-nama atlet yang berhak menerima bonus tersebut bisa diketahui pada 17 Januari mendatang.

Baca juga : Inikah Pria Yang Disebut Menjadi Orang Ketiga Dalam Rumah Tangga Ahok ?

Nantinya, bonus pengangkatan sebagai ASN itu bakal dilegalkan dalam Permenpora dan Permenpan. Atlet yang berhak menerima adalah atlet yang berprestasi atau yang mengharumkan nama bangsa.

“Insya Allah ini sudah hampir final. Kami harap pertengahan Januari nanti atau tepatnya tanggal 17 Januari sudah bisa diumumkan nama atlet yang mendapat formulasi khusus untuk menjadi ASN,” kata Imam kepada wartawan di Gedung Kemenpan RB.

Kriteria atlet penerima bonus, kata Imam, tidak hanya sekadar atlet yang merebut medali emas dalam event SEA Games. Tetapi bisa juga mencakup prestasi di event bergengsi lainnya, atau setidaknya membanggakan kancah olahraga Tanah Air. Atlet yang berjaya di level nasional menurutnya juga tidak mustahil kecipratan bonus tersebut.

“Kuota penerima bonus dan kriterianya akan diatur dalam Permenpora dan Permenpan. Siapa saja yang berhak mendapatkan bonus akan tertera dalam peraturan menteri tersebut,” papar Imam.

“Tapi tentu kriterianya adalah berprestasi di tingkat dunia, ASEAN, dan nasional. Bonus akan diberikan sesuai dengan bobot prestasinya,” tambah politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Imam belum menjelaskan jabatan apa yang bakal diemban atlet penerima bonus. Imam hanya mengklaim, sang atlet bakal menjadi pegawai di Kemenpora dan tugasnya akan disesuaikan dengan level pendidikan formal yang dimiliki. Bisa saja sang atlet dioper ke daerah.

“Jabatan atlet nanti tergantung pendidikannya. Saat ini fokus untuk dijadikan pegawai Kemenpora dulu. Nanti dia bisa saja didistribusi ke daerah, provinsi atau kabupaten kota,” terang Imam.

Lantaran Kemenpora melihat banyak atlet berprestasi memiliki masa depan tidak jelas, bonus pengangkatan atlet menjadi ASN dibuat. Bonus juga menjadi apresiasi tambahan karena tidak menghilangkan aturan pemberian bonus sejumlah uang bagi tiap atlet berprestasi.

“Mudah-mudahan para atlet berprestasi bisa menjadi pegawai negeri yang bermanfaat sampai dia pensiun,” tutup Imam.

(Png – sisdiunia.com)