Home » News » Seorang Pria Tak Bersalah Ditembak Polisi Lantaran Judi Game

Seorang Pria Tak Bersalah Ditembak Polisi Lantaran Judi Game



Kansas – Polisi menembak seorang pria berusia 28 tahun di Wichita, Kansas, Amerika Serikat hingga tewas. Parahnya, pria tersebut merupakan korban laporan palsu dari dua gamer yang tengah bertengkar.

Seorang Pria Tak Bersalah Ditembak Polisi Lantaran Judi Game

Call of Duty

Kejadian berawal ketika dua orang gamer, yakni Miruhcle dan Baperizer terlibat adu argumen lantaran kalah judi senilai USD 1,50 (Rp 20 ribu) dalam sebuah game Call of Duty: World War II. Judi tersebut dilakukan lewat sebuah platform judul online.

Baperizer pun kemudian mengancam Miruhcle akan melakukan swatting ke rumahnya. Merasa diancam, Miruhcle tak gentar. Ia mengirim alamat yang ternyata alamat tersebut adalah alamat yang bukan lah alamat aslinya.

Sekadar diketahui, swatting adalah istilah yang dipakai ketika melakukan panggilan palsu ke polisi. Dalam panggilan palsu tersebut, biasanya si penelepon memberi informasi bahwa ada situasi gawat yang terjadi di sebuah tempat, seperti bom atau penyanderaan.

Menurut Deputy Police Chief Troy Livington pihaknya mendapat laporan terkait situasi penyanderaan di sebuah rumah. Dalam laporannya, sang penelepon mengklaim bahwa ayahnya telah ditembak di kepala, sementara ibu dan kerabatnya disandera di dalam rumah tersebut.

Segera setelah tiba di lokasi, pihak kepolisian langsung mengepung rumah tersebut. Seorang pria yang diketahui bernama Andrew Finch membuka pintu, namun salah seorang polisi langsung menambaknya. Finch pun akhirnya mengehembuskan nafas terakhir ketika sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Aksi tidak bertanggungjawab dari sebuah bercandaan (prank) melibatkan nyawa orang. Insiden ini adalah sebuah mimpi buruk bagi semua yang terlibat, termasuk keluarga korban dan departemen kepolisian,” ujar Livington dikutip dari New York Post, Minggu (31/12/2017).

Petugas yang menembak mati korban diketahui adalah seorang veteran yang bekerja sudah 7,5 tahun. Saat ini petugas tersebut dikatakan tengah mengambil cuti administratif.

Menurut Livington, petugas polisi sudah berkali-kali memerintahkan untuk angkat tangan. Namun, korban mencoba untuk meraih sesuatu di dalam pinggang. Khawatir korban akan mengambil senjata, petugas lalu menembaknya. Belakangan diketahui bahwa korban tidaklah bersenjata.

Sementara itu ibunda Finch, Lisa Finch membenarkan bahwa anaknya tidak bersenjata ketika digrebek. Ia juga mengatakan bahwa anaknya tidak suka bermain game. “Ia tidak bermain game. Ia punya hal yang lebih penting dilakukan,” ujar Lisa.

Kini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian. Belakangan diketahui bahwa seseorang bernama Tyler Barriss (25) ditetapkan sebagai tersangka penelepon alamat palsu.

(Png – sisidunia.com)