Home » News » Astaga, Gadis Lulusan S2 Ini Lebih Memilih Jadi Bintang Panas

Astaga, Gadis Lulusan S2 Ini Lebih Memilih Jadi Bintang Panas



California – Bagi sebagian orang, berprofesi sebagai bintang film panas mungkin dipandang sebagai pekerjaan negatif. Namun faktanya, banyak yang berminat pada profesi ini.

Astaga, Gadis Lulusan S2 Ini Lebih Memilih Jadi Bintang Panas

Astaga, Gadis Lulusan S2 Ini Lebih Memilih Jadi Bintang Panas

Bahkan mencapai ribuan, di Jepang artis wanita yang berprofesi bintang film panas. Begitupula di Amerika Serikat, jumlahnya tak sedikit.

Lalu apa yang mendasari mereka terjun di dunia ‘esek-esek’ ini? Apabila alasan berkutat pada trauma masa lalu dan ekonomi, mungkin masih dianggap wajar.

Mereka punya wajah cantik dan tubuh yang indah, meskipun secara fisik. Beberapa di antaranya juga memiliki tingkat intelegensi tinggi.

Alix Lynx adalah salah satu pemain bintang film panas yang memiliki otak pintar. Bagaimana tidak? Wanita berambut pirang ini memiliki gelar MBA (Magister Bisnis Administrasi).

Tetapi kenyataannya, Alix Lynx lebih memilih menjadi bintang film panas dibanding ia memilih gelar sarjana S2 miliknya atau pilihan berkarir sebagai eksekutif muda.

Alix Lynx awalnya sempat bekerja sebagai pegawai humas di sebuah perusahaan. Tetapi profesi itu hanya ia lakoni selama 6 bulan saja. Ia kemudian memulai karirnya via webcam, lalu setahun berikutnya ia pindah ke California dan berkarir sebagai binag film biru.

Apa alasan ia memilih menjadi bintang film dewasa?

“Jadi pornstar adalah impianku sejak remaja, teman-temanku tahu akan hal itu.”

“Dulu, aku sering melihat Majalah Playboy di rumah teman.”

“Jujur, Aku selalu kagum dengan gadis-gadis yang ada di dalamnya, dan ya, aku pun ingin seperti mereka, kata Alix dikutip dari popular-world.com.

Baca juga : Raffi Ahmad Dituding Telah Lecehkan Kematian Jonghyun SHINee

Alasan lain yang melatarbelakanginya adalah ia pernah kehilangan keperawanan pada usia 16 tahun.

Namun sebagai alasan utamanya menjadi seorang bintang film panas, ia sendiri enggan menjadikan ‘kehilangan’ saat usia 16 tahun.

Justru ia ingin mengubah statement jika wanita yang berkarir di industri film dewasa, semuanya adalah mereka yang memiliki rekam jejak buruk.

“Sekadar informasi, aku lahir dari keluarga yang cukup berpendidikan, ayahku bekerja di bidang konstruksi dan ibuku bergelar PhD,” pungkas Alix.

Lalu bagaimana tanggapan kedua orangtuanya?

Ternyata kedua orangtuanya baru mengetahui keputusannya ini setahun yang lalu. Orangtua Alix bahkan mendukung keputusan anaknya berkarir sebagai bintang film panas.

Belakangan, Alix mengaku ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik kelak jika sudah tak menjadi bintang film panas.

(Png – sisidunia.com)