Home » News » Ilmuwan Temukan Hiu Purba Berusia 600 Tahun

Ilmuwan Temukan Hiu Purba Berusia 600 Tahun



Jakarta – Para ilmuwan berhasil menemukan hiu purba yang bisa bertahan hidup hingga 600 tahun. Profesor Kim Praebel, dari Arctic University of Norway menemukan bahwa hiu Greenland mampu mencapai usia 400 tahun.

Ilmuwan Temukan Hiu Purba Berusia 600 Tahun

Hiu berusia 600 tahun

Dalam perkembangan penelitian tersebut terungkap bahwa spesies itu bahkan bisa menjadi lebih tua lagi. Hiu betina sepanjang 4,8 meter yang diteliti oleh ahli biologi kelautan, Julius Nielsen, dan timnya, berusia setidaknya 272 tahun, bahkan kemungkinan mencapai 512 tahun.

Dengan memanfaatkan penelitian yang telah terbit sembilan tahun lalu, para ilmuwan mengamati kristal lensa, sejenis protein yang juga terdapat dalam mata manusia. Kristal tersebut mengandung karbon, termasuk sejumlah isotop radioaktif karbon-14, dan tidak seperti protein lainnya, ia tetap stabil selama kehidupan hewan tersebut.

Namun, karena sulit menentukan latar belakang kadar karbon-14 di lautan, dan karena Nielsen beserta rekannya tidak tahu lokasi hiu itu lahir, maka itu belumlah tepat. Meski begitu, ia menetapkan hiu Greenland sebagai vertebrata dengan umur terpanjang di Bumi dan penelitian tersebut dapat dibuktikan secara teori, yang terbesar pun bisa berusia hampir enam abad.

Awal tahun ini, Profesor Praebel meneliti tentang bagaimana gen “umur panjang” hewan tersebut dapat menjelaskan faktor yang menentukan harapan hidup pada spesies yang lainnya, termasuk manusia.

“Bersama rekan-rekan di Denmark, Greenland, Amerika Serikat, dan China, saat ini kami mengurutkan keseluruhan genom nuklirnya. Hal itu akan membantu kami mengetahui mengapa hiu Greenland tidak hanya hidup lebih lama dari spesies hiu lain, tetapi juga vertebrata lainnya,” kata Profesor Praebel, dikutip dari Mirror.co.uk, Kamis (14/12/2017).

Ia menyampaikan bahwa hiu itu adalah “kapsul hidup” yang bisa membantu menjelaskan dampak manusia terhadap lautan selama ini. Jaringan, tulang, dan DNA ikan hiu juga bisa memberikan petunjuk mengenai dampak perubahan iklim dan polusi dalam rentang waktu yang panjang. (png – sisidunia.com)