Home » News » Bocah Ini Rela Lakukan Pekerjaan Berat Demi Sang Ibu

Bocah Ini Rela Lakukan Pekerjaan Berat Demi Sang Ibu



Bangkok – Di bawah perlindungan orangtua dan menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman-temannya, itulah hak dari setiap anak untuk menikmati hidup. Namun, untuk memiliki kehidupan yang beruntung seperti itu, tak semua anak dapat di dunia ini. Banyak dari mereka yang harus merasakan pahitnya dunia di usia yang sangat dini.

Bocah Ini Rela Lakukan Pekerjaan Berat Demi Sang Ibu

Bocah Ini Rela Lakukan Pekerjaan Berat Demi Sang Ibu

Bahkan, demi keberlangsungan hidup mereka sebagian anak di belahan dunia ini harus bekerja banting tulang. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun asal Thailand menjadi salah satu anak yang kurang beruntung karena harus mencari uang sebelum ia menjadi dewasa.

Anak laki-laki yang tak disebutkan namanya itu menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membakar mayat, alih-alih belajar atau bermain dengan temannya. Anak berbadan gembul itu diketahui bekerja di sebuah krematorium.

Hal ini, dilakukan bocah itu untuk menggantikan ibunya. Karena sakit-sakitan, sang ibu kini tak sanggup lagi untuk bekerja. Sementara itu ketika ia masih dalam kandungan, ayah si anak tangguh itu telah meninggal. Mau tak mau bocah tersebut pun bekerja agar mereka bisa bertahan hidup sekaligus mengumpulkan uang untuk membiayai pengobatan ibunya.

Ibu anak malang itu kini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Jika sebagian orang dewasa saja ngeri untuk berhadapan dengan mayat, tapi tidak dengan bocah ini. Usai membakar jenazah yang masih utuh hingga berubah menjadi abu atau menyelesaikan pekerjaannya, ia akan langsung kembali ke rumah tanpa mampir kemana pun.

Baca juga : Raffi Ahmad Borong 13 Piala Modifikasi Lamborghini

Setelah sampai di rumah, anak laki-laki berbakti ini akan melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan seorang ibu rumah tangga. Ia akan membersihkan rumah, mencuci dan memasak untuk sang ibu tercinta. Setelah melakukan semua pekerjaan itu, ia akan pergi tidur dan kemudian bangun pagi di keesokan harinya lalu berangkat ke krematorium tempatnya bekerja.

Di Negeri Gajah Putih, kisah anak berjiwa besar itu menjadi viral melalui media sosial. Kisah ini telah membuat para netizen tersentuh dan mengumpulkan bantuan agar anak itu tak perlu bekerja. Para netizen berharap anak yang tak disebutkan asalnya itu bisa kembali ke bangku sekolah dan mengenyam pendidikan layak.

(Png – sisidunia.com)