Home » News » Beredar Surat Edaran Kementerian Kesehatan Tentang Klaim Kangen Water

Beredar Surat Edaran Kementerian Kesehatan Tentang Klaim Kangen Water



Jakarta – Kembali gegerkan Indonesia tentang Air alkali dengan pH lebih dari 7 ini. Kini beredar surat edaran yang diduga berasal dari Kementerian Kesehatan, setelah sebelumnya tengah beredar klaim bahwa produk air ini bisa menjadi obat bermacam penyakit.

Beredar Surat Edaran Kementerian Kesehatan Tentang Klaim Kangen Water

Beredar Surat Edaran Kementerian Kesehatan Tentang Klaim Kangen Water

Semua klaim tentang Kangen Water selama ini, dipatahkan oleh surat edaran itu berisi sejumlah seruan.

Diduga Kemenkes memberikan seruan keras pada produsen Kangen Water, PT.Enagic Indonesia, melalui surat edaran yang dikeluarkan.

Beredar Surat Edaran Kementerian Kesehatan Tentang Klaim Kangen Water

Beredar Surat Edaran Kementerian Kesehatan Tentang Klaim Kangen Water

Produsen Kangen Water diminta untuk menarik semua brosur terkait informasi yang mengklaim bahwa produk mesin kangen water telah diakui negara.

Selain itu, PT. Enagic Indonesia juga diminta untuk menarik semua brosur yang mengklaim bahwa produk mesin Kangen Water sebagai “medical device”.

Kemenkes juga menyerukan produsen tidak boleh mengklaim bahwa produk ionisasi ini dapat menyehatkan dan menyembuhkan. Sebelumnya, sejumlah fakta sempat mematahkan propaganda ‘air yang mengklaim dapat menetralkan asam dalam aliran darah’ itu.

Baca juga : Video, Vlogger Ini Coba Membandingkan Harga Gorengan di Papua

Kemenkes ketika mengeluarkan surat edarannya, bahkan beredar jauh sebelumnya. Tiap kali meminum air alkali, seperti lambung seseorang yang harus memproduksi lebih banyak asam. Sementara itu tidak sedikit pula orang yang mengamini propaganda dan menjadi penganut air alkali ini.

Hingga netizen terbelah sikap terkait surat edaran dari Kemenkes. Di antara begitu banyak komentar pro dan kontra, beredar pula selentingan kocak dari para netizen mengenai Kangen Water.

“@handokothung: kangen Water tidak membuat sehat, karena kangen yang menyehatkan hanyalah kangen yang berbalas.”

“@ratuviha: kangen water dibelain, giliran aku yang kangen malah di-prek-in.”

“@hidahidaan: ga butuh kangen water untuk ngangenin kamu”

(Png – sisidunia.com)