Home » News » Edan, Pasutri Ini Berkolaborasi Menjadi Penjambret di Jalanan

Edan, Pasutri Ini Berkolaborasi Menjadi Penjambret di Jalanan



Surabaya – Pasangan muda suami-istri (Pasutri) ini nekad jadi jambret jalanan karena berdalih butuh makan. Adalah Mr, 21 dan istrinya, Ch, 20, beralamat di Jalan Dharmawangsa II, Surabaya, dibekuk Resmob Polrestabes Surabaya.

Edan, Pasutri Ini Berkolaborasi Menjadi Penjambret di Jalanan

Edan, Pasutri Ini Berkolaborasi Menjadi Penjambret di Jalanan

Dengan kepala menunduk, CH, 20, seperti malu saat berbicara kepada wartawan di Mapolreatabes Surabaya. Karena menjadi begal, perempuan muda berambut panjang itu ditangkap polisi. Dia terlibat dalam aksi curas yang menyasar pengguna jalan.

Di sebelah CH, berdiri suaminya yang berinisial MR. Terlihat tidak ada raut penyesalan di wajah MR. Dia tidak sedih karena istrinya menjadi begal. Sebab, MR juga turut dipenjara. Dialah yang mengajari istrinya menjadi bandit jalanan.

Atas permintaan suaminya untuk menjambret, CH sendiri mengaku tidak menolak. Sebab, dia butuh makan. “Ya buat kebutuhan mas. Mau gimana lagi, saya dan suami pengangguran,” katanya polos.

Ini bukan kali pertamanya MR masuk penjara. Karena kasus yang sama, sebelumnya dia juga pernah ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya. Setelah bebas, dia tidak punya partner jambret. Karena itulah MR mengajak istrinya menjambret.

MR mengatakan bahwa dirinya tidak melatih istrinya secara khusus. “Ya kalau ada yang lagi main HP di pinggir jalan langsung dirampas aja mas. Orangnya kan fokus ke HP,” bebernya.

Pasutri itu kompak menjadi jambret jalanan. “Modusnya mereka pepet pengendara lain, lalu merampas,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M. Sinambela.

Baca juga : Liburan Akhir Tahun, Luna Maya Tak Ajak Pacar

Leo melanjutkan, kedua tersangka berbagi peran. Biasanya pasutri tersebut selalu berboncengan mencari korban. Mereka biasa menyasar kawasan yang sepi. “Yang istrinya ada di belakang. Setelah si suami merampas tas, langsung diserahkan ke belakang,” tambah Leo.

Keduanya tercatat sudah melakoni kejahatan di dua TKP. Yakni di kawasan Karang Wismo dan Dharmawangsa. “Jadi mereka biasa muter-muter ke mana saja. Tidak ada satu kawasan khusus,” kata mantan Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya tersebut.

(Png – sisidunia.com)