Home » News » Sungai Kotor Ini Menjadi Andalan DKI Dalam Penyediaan Air

Sungai Kotor Ini Menjadi Andalan DKI Dalam Penyediaan Air



Bandung – Salah satu sumber air kehidupan masyarakat, terdapat lebih dari 27 juta jiwa di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta menjadikan Sungai Citarum sebagai sumber air.

Sungai Kotor Ini Menjadi Andalan DKI Dalam Penyediaan Air

Sungai Kotor Ini Menjadi Andalan DKI Dalam Penyediaan Air

Sungai Citarum mengairi lebih dari 400.000 hektar sawah hal itu dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Air Sungai Citarum dibendung 3 kali di Cirata, Saguling, dan Jatiluhur dan menghasilkan 1.400 MW listrik.

Tak hanya itu, Sungai Citarum juga memasok air minum bagi penduduk kota Jakarta. “Memasok 80 persen air minum bagi penduduk Jakarta,” ujar Luhut.

Namun ironisnya, sungai sepanjang 269 kilometer ini merupakan satu dari 10 sungai terkotor di dunia. Berdasarkan data, terdapat 1.500 ton sampah domestik dibuang ke sungai Citarum, belum ditambah limbah industri yang terbuang ke sungai ini.

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang besar. Namun hal itu belum menyelesaikan permasalahan sampah dan limbah di sungai tersebut.

Berdasarkan hasil kajian dan survei, sambung Luhut, permasalahan umum yang terjadi berkaitan dengan Sungai Citarum adalah penurunan kualitas air dan lingkungan di wilayah Sungai Citarum.

Hal tersebut akibat tidak terkontrolnya pembuangan limbah domestik, industri, pertanian, peternakan, dan perikanan budidaya.

Selain itu, banjir di musim hujan dan konflik air untuk irigasi persawahan di musim kemarau, serta penurunan muka air tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan menjadi masalah lainnya di Citarum.

Jika ada yang bertanya kenapa Menko Maritim ikut mengurus pengendalian sampah di Sungai Citarum, sambung Luhut, jawabannya adalah Indonesia berada dalam masalah darurat sampah.

Baca juga : Keren, Moge Pabrikan Indonesia Ini Harganya Hanya Rp 30 Jutaan

Setelah China, bahkan salah satu publikasi ilmiah menyebutkan Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sampah plastik di laut terbesar ke-2 di dunia.

“Untuk diketahui, sumber sampah tersebut 80 persen berasal dari darat. Pemerintah telah berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik di laut hingga 70 persen pada tahun 2025. Maka kita perlu melakukan sejumlah aksi untuk mencapai komitmen tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, penataan Sungai citarum perlu lebih diintegrasikan lagi hal itu dikatakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan.

“Saya sebut (Menko Luhut) sebagai komandan, karena memang untuk mengurusi Citarum perlu komandan yang handal menyelesaikan masalah,” urainya.

Pangdam III/ Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo menegaskan pentingnya menjaga kualitas air di DAS Citarum. “Saya tekankan di sini adalah kata melindungi Sungai Citarum. Karena melindungi itu berarti menjaga Sungai Citarum, dengan menggunakan hati,” tutupnya.

(Png – sisidunia.com)