Home » News » Tempurung Kelapa Menjadi Produk Kerajinan Yang Unik

Tempurung Kelapa Menjadi Produk Kerajinan Yang Unik



Jakarta – Salah satu provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat memiliki sekira 120 objek wisata. Daerah yang masih kental akan budaya tradisionalnya tersebut, tidak hanya kaya akan potensi pariwisatanya, tapi juga produk-produk kerajinan tangan yang bisa Anda jadikan sebagai buah tangan.

Tempurung Kelapa Menjadi Produk Kerajinan Yang Unik

Tempurung Kelapa Menjadi Produk Kerajinan Yang Unik

Memiliki 9 Kota dan 18 Kabupaten, dalam bidang wisatanya Jawa Barat bahkan termasuk daerah yang tidak bisa dianggap remeh prestasi. Ada Kota Bandung yang memiliki taman kota memesona, Pangandaran dengan pantai-pantai menawannya, hingga Garut yang terkenal dengan dodolnya yang legit dan manis.

Dalam acara pekan kerajinan yang diadakan di salah satu mall besar dibilangan Jakarta Selatan pada minggu ini saja, Jawa Barat membawa sekira 30 booth, yang mengenalkan dan menjual produk-produk kerajinan tangannya di hadapan masyarakat Jakarta, yang terkenal akan orientasi kemodernannya. Salah satu produk yang diunggulkan oleh Jawa Barat ialah produk kerajinan tangan yang terbuat dari bahan-bahan baku yang diperoleh dari alam sekitarnya.

Salah satu contohnya, yaitu kerajinan tangan tempurung kelapa. Bahan baku kerajinan ini 100% terbuat dari tempurung kelapa yang banyak terdapat di daerah Pangandaran. Daerah yang terkenal akan pantainya yang menawan tersebut, mampu menghasilkan sebanyak 1,5 juta kelapa perbulannya.

“Di Pangandaran, dalam satu bulan ada sebanyak 1,5 juta kelapa yang dihasilkan, tapi hanya 10% saja yang dipakai di dalam daerah, selebihnya dijual ke kota,” ucap Asep salah satu pengrajin.

Lebih lanjut, Asep yang merupakan salah satu pengrajin kerajinan tangan asli Pangandaran tersebut juga mengungkapkan, dirinya telah memproduksi beragam produk kerajinan tangan dari tempurung kelapa, kerang, hingga tas selempang dari anyaman hata si rotan kecil, yang sempat dipakai oleh penyanyi Raisa di salah satu postingan fotonya di instagram. Proses pembuatan semua produk kerajinan tangan yang dikenalkan dan dijual oleh booth Asep, terbuat dari 100% bahan baku alam dan dikerjakan tanpa mesin alias handmade.

“Pangandaran itu tanaman yang paling banyak tumbuh di sana kelapa, jadi kerajinan tangan yang ada di Pangandaran terbuat dari kelapa. Daripada hanya jadi limbah, kita manfaatkan tempurung kelapa dan kerang yang ada di pinggir pantai jadi kerajinan tangan,” tambah Asep.

Selain itu, nilai ekonomi yang dihasilkan oleh kerajinan tangan yang dibuatnya Asep juga menjelaskannya. Ia mengatakan, jika satu butir kelapa tanpa kreativitas hanya bernilai Rp3.000 perbutir, namun dengan sentuhan kreativitas, nilai ekonominya bisa berkali-kali lipat.

Baca juga : Ashanty Iri Melihat Olla Ramlan Cepat Langsing Usai Melahirkan

“Satu kelapa harganya Rp3.000, nah kalau sudah seperti ini (teko terbuat dari tempurung kelapa) bisa saya hargai paling murah Rp50 ribu atau paling mahal Rp150 ribu, coba itu berapa kali lipat,” ujar Asep dengan logat Sundanya yang kental.

Di booth yang Asep jaga, Anda bisa menemukan beragam kerajinan tangan yang terbuat dari tempurung kelapa, seperti teko teh, cangkir kecil unik, wadah hiasan berbagai bentuk dan rupa, cermin, hingga kerajinan tangan lainnya. Pemanfaatan limbah alam, seperti hata, kerang, dan bambu terlihat pemanfaatannya. Bagi Anda yang tertarik untuk melihat, mengenal atau bahkan membeli kerajinan tangan khas Jawa Barat tersebut, bisa mengunjungi acara yang dihelat hingga 19 November 2017.

(Png – sisidunia.com)