Home » News » Istilah Ladusing Mendadak Hits Zaman Now, Apa Maksudnya ?

Istilah Ladusing Mendadak Hits Zaman Now, Apa Maksudnya ?



Jakarta – Istilah “Ladusing” sering terlihat di media sosial, terutama grup Facebook.

Istilah Ladusing Mendadak Hits Zaman Now, Apa Maksudnya ?

Istilah Ladusing Mendadak Hits Zaman Now, Apa Maksudnya ?

Berikut ini sebagian contohnya:

Perhatikan status pojok kanan bawah yang terbaca:

Loorrrrrrrr.pak ladusing bukak lapak nek markase.lakalantas.sing ati”yooo.loor.sg ra lkap surate siapno jurus langkah seribu.ngibritttttt

Artinya: Saudara, Pak Ladusing buka lapak (gelar razia) di markas Satlantas. Hati-hati, ya. Yang suratnya tidak lengkap, siapkan jurus langkah seribu. Ngacir.

Polisi lalu lintas yang sedang menggelar razia di jalan raya menjadi pengawasan di kalangan netizen, terutama bagi yang tidak memenuhi peraturan.

Kemudian bentuk pengawasan tersebut dibagikan ke grup-grup di Facebook sehingga wajar jika grup bernama “info cegatan” diikuti nama kota selalu banyak anggotanya.

Ini bisa jadi juga menunjukkan betapa masih tingginya tingkat pelanggaran terhadap syarat berkendaraan.

Tapi dari kata apa sebetulnya istilah “Ladusing”?

Asal-usul istilah itu tentu familiar bagi generasi “jaman now”, atau para orang tua yang biasa mendampingi anaknya saat menonton televisi.

Yup, Ladusing adalah penulisan salah kaprah untuk Lattu Singh atau Ladu Singh.

Dia merujuk pada Inspektur Polisi dari Kota Vedas, India dalam serial film kartun Shiva yang pernah tayang di ANTV.

Letak satire-nya di sini: Ladusing adalah tipikal polisi bertampang lucu yang sering gagal meringkus penjahat.

Justru anak kecil bernama Shiva yang punya naluri kuat sebagai detektif dan sering berhasil membasmi penjahat.

Tapi berikut ini yang juga penting dicatat: Pelaku industri film India tergolong lebih berani mengkritik polisi daripada sineas Indonesia “jaman now” padahal iklim politiknya sudah serba bebas.

Kritik ala India itu bukan hanya dalam film-film produksi Bollywood untuk kalangan dewasa tetapi bahkan sejak dalam film kartun atau animasi untuk anak-anak.

(Png – sisidunia.com)