Home » News » Tak Mengenali Wajah Pahlawan, Sejumlah Pelajar Ditilang

Tak Mengenali Wajah Pahlawan, Sejumlah Pelajar Ditilang



Purbalingga – Pada 10 November 2017 yang bertapatan dengan Hari Pahlawan, ada yang berbeda dari Operasi Zebra Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Purbalingga.

Tak Mengenali Wajah Pahlawan, Sejumlah Pelajar Ditilang

Tak Mengenali Wajah Pahlawan, Sejumlah Pelajar Ditilang

Sebagai bentuk peringatan Hari Pahlawan, dalam operasi zebra yang berlangsung di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, para polisi itu menyusupkan tema kepahlawanan.

Pelanggar yang kedapatan melanggar lalu lintas, tidak dapat menunjukan SIM atau STNK diwajibkan menyebutkan nama pahlawan yang fotonya ditunjukkan para aparat.

Polisi memberi toleransi dan sanksi tilang diubah menjadi teguran, jika berhasil menyebutkan nama pahlawan tersebut.

Sayangnya, nama pahlawan dalam foto tersebut beberapa pelanggar yang berusia relatif muda tidak bisa menyebut. Padahal, wajah beberapa pahlawan tidak asing karena sering dijumpai pada pecahan mata uang rupiah. Di antaranya, Cut Nyak Dien, Pattimura, Sisingamangaraja, WR Supratman, Imam Bonjol, dan lainnya.

“Aduh, ini siapa ya, bentar-bentar. Sering lihat ini. Aduh, tapi siapa ya,” ucap Sigit Nurmiyanto.

Operasi Zebra semacam kuis itu untuk mendorong warga memahami sejarah dan mengenal pahlawan-pahlawan nasional Indonesia hal itu disampaikan Kepala Bagian Operasi Polres Purbalingga, AKP Herman Setiyono.

“Operasi kali ini dikaitkan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November. Kepada pelanggar itu kami beri toleransi dan sanksi tilang diubah jadi teguran,” tutur Herman.

Baca juga : Rina Nose Menampik Isu Lepas Hijab Karena Masalah Percintaan

Sedikitnya 14 pelanggar yang ketika ditunjukkan gambar wajah pahlawan nasional, bisa menyebutkan namanya dengan benar.

Mereka berusia rata-rata 35 tahun ke atas. Sedangkan, lima pelanggar yang ditilang karena tidak bisa menyebutkan nama pahlawan umumnya warga berusia relatif muda.

Dengan nama pahlawan tersebut, Herman menyayangkan beberapa warga tidak bisa menyebutkan. Padahal, pahlawan nasional itu masuk dalam materi pelajaran sekolah dan kerap kali muncul ulasannya di berbagai media.

Kami sayangkan itu, pelanggar yang tidak menyebutkan nama pahlawan semuanya berusia muda,” tutup Herman.

(Png – sisidunia.com)