Home » Techno » Stephen Hawking Mengingatkan Agar Manusia Tak Bergantung Kecerdasan Buatan

Stephen Hawking Mengingatkan Agar Manusia Tak Bergantung Kecerdasan Buatan



Jakarta – Dalam dunia teknologi kecerdasan buatan atau articial intellegence (AI) menjadi fenomena besar. Dalam kehidupan manusia, AI digadang-gadang dapat memberikan kontribusi signifikan.

Stephen Hawking Mengingatkan Agar Manusia Tak Bergantung Kecerdasan Buatan

Stephen Hawking Mengingatkan Agar Manusia Tak Bergantung Kecerdasan Buatan

Kendati demikian, terhadap hal ini banya tak sedikit yang setuju. Stephen Hawking, misalnya, memperingatkan manusia agar tak terlalu bergantung dengan AI. Menurutnya, teknologi ini dapat berbahaya apabila manusia terlalu agresif mengembangkan AI.

Bahkan, menurut ilmuwan brilian ini, manusia dapat digantikan oleh produk kecerdasan buatan dalam beberapa tahun ke depan.

Pada Oktober lalu, saat peluncuran Artificial Intelligence Center di Cambridge University, Hawking mengungkapkan kekhawatirannya bahwa teknologi AI bak pisau bermata dua. AI bisa menjadi penemuan terbaik tetapi sekaligus bisa menjadi mimpi buruk manusia.

Dalam wawancaranya baru-baru ini, Hawking memprediksi akan ada masa di mana kecerdasan buatan akan mencapai titik bahwa teknologi ini lebih efektif ketimbang manusia. Hal ini bakal membuat manusia menjadi tak berguna lagi.

“Yang saya takutkan adalah AI akan menggantikan manusia seluruhnya. Jika mereka merancang sebuah virus komputer, orang lain akan merancangnya lebih baik agar dapat mereplikasi dirinya sendiri. Ini akan menjadi bentuk baru kehidupan mengungguli kehidupan manusia,” tuturnya.

Baca juga : Tak Ada Hamish Daud Saat Raisa Hadiri Pernikahan Kahiyang Ayu

Hawking mengakui bagi manusia bahwa teknologi memiliki sejumlah manfaat, misalnya menyembuhkan penyakit hingga mengurangi kemiskinan. Namun, tanpa kehati-hatian, teknologi dapat mematikan.

Ia memperingatkan umat manusia untuk mempersiapkan konsekuensi dari kecerdasan buatan. Para ahli dan pemangku kepentingan harus menyadari potensi bahaya dan menyelesaikannya sebelum menjadi tidak terkendali.

(Png – sisidunia.com)