Home » Hiburan » Perjalanan JKT48 Tak Selamanya Berjalan Mulus

Perjalanan JKT48 Tak Selamanya Berjalan Mulus



Jakarta – Sekumpulan gadis-gadis muda bernyanyi dan menari. Pemandangan itu lazim terlihat di JKT48 Theater yang terletak di F(x) Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan.

Pejalanan JKT48 Tak Selamanya Berjalan MulusPejalanan JKT48 Tak Selamanya Berjalan Mulus

JKT48

Setelah tampil, JKT48 seringkali ‘menyenangkan’ penggemarnya dengan sesi jabat tangan. JKT48 menawarkan relasi yang lebih intim dari sekadar musisi idola dan artisnya, mereka tidak hanya menjual musik dan tarian, namun juga energi dan kepribadian para personelnya.

Baca juga : Shania Tidak Terkejut Dengan Keputusan Nabilah Hengkang Dari JKT48

Citra ceria dan optimis tergambar dari lirik-lirik lagu dan gerakan tarian JKT48. Belum lagi persona para personelnya di sosial media yang seakan memiliki ciri khasnya masing-masing.

Barangkali itu yang membuat para fans semakin tergila-gila dengan personel JKT48 yang menjadi Oshi-nya (personel yang menjadi idola utama). Yang dijual adalah ‘harapan’ untuk bisa selalu merasa dekat dengan pujaan hati yang sebenarnya tidak tergapai.

Sebenarnya JKT48 memiliki jalan panjang. Hadir sebagai sister group dari AKB48, JKT48 terbentuk di tahun 2011.

Pada 2 November 2011 generasi pertama JKT48 diumumkan, menyusul pengumuman resmi di situsnya satu hari setelahnya, yakni pada 3 November 2011.

Selama 6 tahun ini, JKT48 telah memiliki 3 album, yaitu ‘Heavy Rotation’ (2013), ‘Kamikyoutachi (Mahagita)’ (2016), dan ‘B•E•L•I•E•V•E’ (2017). Hits Record merupakan label yang menaungi mereka.

Para member JKT48 pun terbagi menjadi beberapa tim. Tim tersebut terdiri dari Team J, Team KIII, Team T, dan Trainee.

Jalan panjang JKT48 nyatanya tidak selamanya mulus. Meninggalnya sang manager Jiro Inao pada 21 Maret 2017 lalu menjadi catatan kelam tersendiri. (Seph – sisidunia.com)