Home » News » Fahri Sentil Revolusi Mental Jelang Pernikahan Putri Jokowi

Fahri Sentil Revolusi Mental Jelang Pernikahan Putri Jokowi



Jakarta – Gelaran pesta pernikahan putri Presiden Joko Widodo di sindir oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Acara resepsi pada Rabu 8 November 2017 di Gedung Saba Buana itu dianggap politikus Partai Keadilan Sejahtera itu terlalu mewah.

Fahri Sentil Revolusi Mental Jelang Pernikahan Putri Jokowi

Fahri Sentil Revolusi Mental Jelang Pernikahan Putri Jokowi

Penilaian Fahri berpatokan pada Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana yang diterbitkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Menurutnya, penyelenggara negara perlu membatasi jumlah undangan sejenis resepsi pernikahan maksimal 400 undangan, serta membatasi jumlah peserta yang hadir tidak boleh lebih dari 1.000 orang.

“Dulu katanya enggak boleh mengundang pejabat lebih dari 400 orang. Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kok lebih,” kata Fahri.

Fahri menuturkan, untuk memeriahkan pesta pernikahan putrinya itu Presiden Jokowi mestinya cukup memanfaatkan media sosial. Masyarakat di media sosial, kata dia, sudah akrab dengan kehadiran Presiden ke-7 Indonesia itu.

“Sederhana lah, bikin pesta kecil di rumah bersama teman-teman. Sekarang kan ada Twitter, ada vlog, pakai itu aja lah. Anak gua lagi kawin nih. Itu asik saja, make it fun, bikin asik lah yang begini-begini,” ucap Fahri.

Fahri sendiri mengaku tak akan menghadiri pesta pernikahan Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution itu di Solo, Jawa Tengah. Fahri beralasan perlu hadir di Gedung DPR RI untuk menjalankan tugas piket sebagai pimpinan.

Baca juga : Angela Lee Janjikan Pelunasan Untuk Hutangnya

“Saya diundang cuma kan saya piket, saya jaga. Saya kirim bunga saja sebagai perwakilan,” ujarnya.

Sebanyak 8.000 tamu akan menghadiri pernikahan Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution. Selain tamu undangan, pernikahan putri Presiden Joko Widodo juga bakal dihadiri berbagai elemen masyarakat serta relawan.

“Hampir sama (dengan pernikahan Gibran Rakabuming Raka). Hanya ini jumlah relawannya lebih banyak,” kata Jokowi.

Pada 7 November 2017, prosesi pernikahan Kahiyang-Bobby di akan dimulai. Keluarga Jokowi akan menggelar pengajian, siraman, dan malam midodareni. Ijab kabul dan resepsi digelar pada 8 November 2017. Resepsi bakal digelar siang dan malam hari.

(Png – sisidunia.com)