Home » Techno » Beredar Video Asusila Diduga 2 Guru di Jambi

Beredar Video Asusila Diduga 2 Guru di Jambi



Jambi – Video guru yang tengah berduaan dan melakukan tindakan asusila di ruangan kelas beredar di media sosial.

Beredar Video Asusila Diduga 2 Guru di Jambi

Beredar Video Asusila Diduga 2 Guru di Jambi

Di awal video terdengar suara bocah perempuan berbicara pada temannya. Kemudian mereka berjalan ke arah satu ruang kelas di SDN 137/V Desa Delima, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi.

Dari luar kelas, tepat di depan pintu, kamera itu merekam aksi dua guru yang sedang bermesraan. Dalam video tersebut tidak terlihat jelas lantaran terhalangi ranting pohon yang kecil.

Namun bisa terlihat gerakan kepala yang saling berdekatan pada video yang diunggah oleh akun Instagram @sekitar_jambi, Jumat (13/11/2017) itu.

Informasi yang tertulis pada akun tersebut menyebutkan bahwa siswa SMP Satu Atap-lah yang merekam kejadian itu.

Namun, melansir portal berita daerah Seru Jambi, Jumat (3/11/2017), kedua guru PNS itu tidak sadar saat direkam oleh muridnya sendiri.

Pria berinisial R dan wanita berinisal D tersebut sebenarnya sama-sama sudah memiliki keluarga.

Ketua Komite SDN 137/V Desa Delima, Majid, mengonfirmasi kebenaran dari kejadian tersebut.

“Kedua guru tersebut sudah mengakuinya dan juga sudah minta maaf. Tampaknya sih sudah damai, tapi secara adat kan belum. Antara mereka dan masyarakat kan belum,” kata Majid.

Sedangkan Wakil Kepala SDN 137/V, Suyadi, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut perlu diselesaikan dengan aturan dinas dan sekolah.

“Sudah kita proses masalahnya, bahkan sudah sampai ke UPTD kabupaten. Pihak diknas juga sudah,” jelas Suyadi.

Suyadi juga menceritakan bahwa tindakan tidak senonoh itu bukan kali pertamanya dilakukan oleh R dan D.

“Ini yang kedua kalinya ketahuan, sebelumnya juga pernah. Tapi kali ini ada bukti kuat dan bakal ada tindakan tegas,” papar Suyadi.

Akibat kasus tersebut, warga Desa Delima sepakat untuk mengusir R dan D.

“Tuntutan kami, jika masalah ini sudah diselesaikn secara adat, maka mereka harus angkat kaki dari desa kami,” kata Makmur Mente, seorang warga Desa Delima.

(Png – sisidunia.com)