Home » News » Di Daerah Ini, Harga Bensin Masih Dibandrol Rp 100 Ribu

Di Daerah Ini, Harga Bensin Masih Dibandrol Rp 100 Ribu



Waropen – Di wilayah Indonesia Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) belum seluruhnya sama. Mencapai Rp 100.000 per liter, hal itu di laporkan okeh dokter pegawai tidak tetap (PTT) di Distrik Kirihi, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua.

Di Daerah Ini, Harga Bensin Masih Dibandrol Rp 100 Ribu

Di Daerah Ini, Harga Bensin Masih Dibandrol Rp 100 Ribu

“Harga bensin di Kirihi masih mahal sekali, masyarakat menjualnya dengan harga Rp 100.000 per liter. Mau tidak mau harus beli kalau mendadak dibutuhkan,” ujar Leonardo sebagai Dokter tersebut.

Menurut dia, jika berkesempatan pergi ke kota Nabire maka dia berusaha untuk membeli bensin secukupnya, untuk digunakan pada mesin babat yang sering digunakan untuk membabat rumput di halaman rumah dan puskesmas.

“Kalau saya ke kota dan lupa beli bensin, ya terpaksa saya harus beli di Kirihi dengan harga Rp 100.000 per liter, mau tidak mau harus beli karena mau dapat di mana lagi,” ujarnya.

Kendati demikian, kata Leonardo, harga sayur-mayur di daerah relatif murah karena banyak dihasilkan masyarakat setempat. Bahkan, warga sering membawakannya sayur untuk dikonsumsi.

“Masyarakat di Kirihi sering antarkan saya sayur, tapi saya juga sudah punya kebun sendiri jadi sering panen untuk dimasak,” ujarnya.

Namun, ketika dia bepergian ke kota Nabire, tidak hanya membeli bensin, dia juga membeli bumbu dapur dan juga mi instan, serta bahan makanan lainnya.

“Saya beli mi instan dan ikan kaleng itu berkarton-karton, karena mi instan dijual warga di Kirihi Rp 50.000 per bungkus,” ujarnya.

Dokter Leonardo juga mengungkapkan tidak mengenal pecahan uang Rp 2.000 hingga Rp 20 ribu warga yang tinggal di Kirihi.

Baca juga : Naysila Mirdad Mengaku Banyak Berubah Usai Dipacari Tsamanov

“Mereka hanya mengenal pecahan uang Rp 50.000 dan Rp 100.000, sehingga satu bungkus mi instan pun dijual dengan harga Rp 50.000,” ujarnya.

“Saya heran dan tidak percaya kalau warga yang tinggal di Kirihi menjual satu bungkus mi instan dengan harga Rp 50.000,” ujarnya.

Kirihi adalah satu distrik terjauh dari Kabupaten Waropen. Distrik itu berbatasan langsung dengan Kabupaten Nabire. Menggunakan pesawat berbadan kecil adalah salah satu transportasi yang bisa ke tempat itu.

(Png – sisidunia.com)