Home » Gaya Hidup » Per 1 Juli 2018, Vape Akan Dikenai Cukai

Per 1 Juli 2018, Vape Akan Dikenai Cukai



Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bakal memberikan tarif cukai kepada rokok elektrik sebesar 57 persen. Aturan tersebut bakal diberlakukan pada 1 Juli 2018 aturan tersebut berlaku untuk jenis vape maupun e-sigaret.

Per 1 Juli 2018, Vape Akan Dikenai Cukai

Per 1 Juli 2018, Vape Akan Dikenai Cukai

Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede menilai, rencana untuk mengenakan cukai terhadap rokok elektrik tidak akan terlalu memberikan pengaruh terhadap pergerakan inflasi. Dampak yang jauh lebih terasa adalah kenaikan tarif cukai hasil tembakau.

“Karena vape ini sebenarnya pasarnya masih relatif terbatas, dan hanya di konsumsi generasi milenial. Kalau rokok ini ada orang tua,” kata Josua.

Di tahun depan Laju inflasi diperkirakan bakal masih terjaga sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 sebesar 3,5 persen. Meski begitu, masih ada hal yang masih perlu diwaspadai pemerintah, agar laju inflasi tetap terkendali.

“Misalnya, seperti harga bahan bakar minyak. Tapi overall masih berada di kisaran tiga sampai empat persen, dengan titik tengah 3,5 persen tahun depan,” katanya.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan jika likuid yang sering dipakai masih mengandung tembakau. Hal tersebut menjadi alasan otoritas bea dan cukai berencana mengenakan tarif cukai rokok elektrik tahun depan.

“Ini objek dari UU cukai yang konsumsinya masih harus ada pembatasan,” kata Heru, Jumat 3 November 2017.

Selain mengenakan tarif cukai, Ditjen Bea dan Cukai pun akan memberlakukan bea masuk bagi komponen rokok elektrik yang berasal dari luar negeri. Apakah yang akan dikenakan itu alat penghisap, maupun komponen-komponen yang di dalamnya.

(Baharudin – sisiduni.com)