Home » Sains » Awas, Magnet Bukan Mainan Yang Ramah Untuk Anak

Awas, Magnet Bukan Mainan Yang Ramah Untuk Anak



Jakarta – Siapa yang tidak kenal dengan Magnet. Kini magnet bisa menjadi mainan yang berbahaya untuk anak-anak. Hal itu terjadi pada kasus taun 2014 silam.

Awas, Magnet Bukan Mainan Yang Ramah Untuk Anak

Awas, Magnet Bukan Mainan Yang Ramah Untuk Anak

Seorang anak meninggal dan 7.700 anak lainnya dilarikan ke UGD karena menelan magnet mainanya yang disebut “buckyball” hal itu dikutip dari Dailymail, Jumat (5/9/2014).

Jika tertelan, menyebabkan keadaan darurat medis karena magnet bisa tetap bersatu dan membuat bagian tubuh tertentu berlubang. Hal yang sama juga terjadi bahkan dalam kasus ketika anak-anak tidak menelan magnet.

Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Siprus akhir-akhir ini memasukkan dua magnet datar dan melingkar ke dalam lubang hidungnya.

The New England Journal of Medicine menerbitkan laporan bahwa magnet dimasukkan ke masing-masing lubang hidung kemudian digabung bersama.

Sayangnya, menurut laporan yang terbit pada Rabu (25/10/2017) itu, bocah tersebut tidak dapat mengeluarkannya.

Anak itu akhirnya dibawa ke ruang gawat darurayt setelah enam jam memasukkan magnet ke dalam hidungnya. Hidungnya berdarah dan ia merasa kesakitan.

Sinar-X menunjukkan dua magnet itu saling menempel dan menjepit septum hidung anak laki-laki itu. Septum merupakan dinding di antara lubang hidung yang memisahkan saluran hidung.

Tetapi dokter jaga ruang gawat darurat tersebut tidak dapat membongkar magnetnya secara terpisah.

“Upaya untuk menyingkirkan magnet di gawat darurat tidak berhasil karena kekuatan magnet,” kata tertulis dalam laporan seperti dikutip dari Livescience.

Sebagai gantinya, anak laki-laki tersebut dibawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan magnet di bawah obat bius.

Untuk melakukan ini, ahli bedah menggunakan dua magnet tambahan yang ditempatkan di kedua sisi hidung. Tujuannya, menarik magnet agar terlepas.

Baca juga : Hubungan Verrell dan Natasha Wilona Tak Terpengaruh Video Ciuman

Magnet yang dengan ketat menjepit septum hidung dapat menyebabkan kematian jaringan dan perforasi, melubangi septum. Dalam kasus anak laki-laki itu, magnet sudah masuk dari lapisan mukosa septum hidungnya dan memperlihatkan beberapa kartilago (tulang rawan) di bawahnya.

Penghalang khusus diletakkan di hidung anak itu untuk menutupi area yang terpapar selama beberapa hari sementara hidungnya disembuhkan.

Kini hidungnya telah sembuh total, saat dokter melihat anak laki-laki itu enam bulan kemudian.

(Png – sisidunia.com)