Home » News » Kalajengking Autralia Dapat Memancarkan Cahaya Jika Terkena Sinar UV

Kalajengking Autralia Dapat Memancarkan Cahaya Jika Terkena Sinar UV



Jakarta – Banyak spesies kalajengking salah satunya yang mungkin Anda temukan di halaman belakang rumah Anda dapat memancarkan cahaya biru kehijauan yang cemerlang di bawah sinar ultraviolet.

Kalajengking Autralia Dapat Memancarkan Cahaya Jika Terkena Sinar UV

Kalajengking yang terkena sinar UV

Menurut manajer koleksi arakhnida di Museum Queensland, Owen Seeman, semua kalajengking Australia memiliki kemampuan untuk berpendar, seperti halnya kebanyakan spesies kalajengking di seluruh dunia.

“Jika Anda mengambil sinar ultraviolet di malam hari … kalajengking akan memancarkan warna fantastis ini [yang] dapat Anda bayangkan pada malam hari serangga itu benar-benar melompat ke arah Anda,” katanya kepada Craig Zonca dari ABC Brisbane.

“Kami tidak benar-benar tahu persis mengapa mereka seperti itu – bisa saja itu sebuah kejadian tak terduga, keanehan alam, bahwa semua kalajengking berpendar,” kata Dr Owen Seeman.

Ada banyak hewan lain yang dapat berpendar. Beberapa jenis ikan pun juga bisa berpendar.

“Mineral berpendar, dan jelas mereka tidak membutuhkan tujuan khusus untuk berpendar semata karena mereka satwa yang keren saja.” lanjutnya

Dr Owen Seeman mengatakan saat kalajengking di bawah sinar UV, bahan kimia di kulit terluarnya diserap dan kemudian memancarkan cahaya kembali pada panjang gelombang yang lebih rendah, sehingga bisa bersinar dengan warna biru muda hijau ini.

Menurutnya, satu teori dari kejadian ini adalah bahwa kalajengking menggunakan cahaya untuk melihat di malam hari, karena mata mereka peka terhadap warna biru-hijau ini, namun menambahkan bahwa ada sedikit sinar UV di malam hari.

“Mereka tidak berkeliaran di malam hari dengan bercahaya seperti kalajengking radioaktif,” katanya.

Meskipun alasan mengapa kalajengking dapat memancarkan cahaya tetap menjadi misteri, hal itu bisa mempermudah ilmuwan di lapangan, karena cara termudah untuk mengenali kalajengking pada malam hari adalah dengan menggunakan senter UV.

Dan bukan hanya ilmuwan yang mungkin ingin mendekati makhluk ini, kata Dr Owen Seeman. Terlepas dari reputasinya, kebanyakan spesies di Australia ini cukup jinak.

Kalajengking gurun, terbesar di Australia sekitar 10 sentimeter, “sangat besar dan tampak menyeramkan” namun memiliki sengat yang berumur pendek, katanya.

Di Brisbane, Anda bisa menemukan kalajengking biru-hitam yang sangat tenang. Beberapa bahkan dipelihara sebagai hewan peliharaan.

“Tapi ada juga kalajengking kecil berbintik-bintik kecil, sangat kecil, dan hewan yang satu ini memiliki kemampuan sengatan yang sangat berbahaya,” kata Dr Seeman.

“Kalajengking berbintik ini termasuk dalam kelompok kalajengking yang mengandung bisa/racun paling mematikan dari sebagian besar spesies yang sangat berbisa di dunia, jadi jika diserang oleh salah satunya, itu lebih menyakitkan daripada jenis kalajengking lainnya, meski merupakan kalajengking terkecil kita.

“Di antara hewan-hewan Australia, kita cenderung memiliki kelompok yang paling berbisa, tapi jika berkaitan dengan kalajengking, kebanyakan dari kalajengking di Australia cukup jinak. Kalajengking di luar negeri jauh lebih berbahaya daripada di Australia.

“Mungkin karena keluarga kalajengking sangat beragam di luar negeri dan dengan hanya 43 kalajengking kebetulan kita hanya memiliki segelintir saja yang berukuran kecil.”

(seph – sisidunia.com)