Home » News » Karyawan Jasa Pengiriman Uang Gasak Uang RP 1,4 Miliar

Karyawan Jasa Pengiriman Uang Gasak Uang RP 1,4 Miliar



Semarang – Dua orang karyawan jasa pengiriman uang di mesin ATM berhasil menggasak uang Rp 1,4 miliar dari 10 anjungan selama 3 bulan. Bukannya memperbaiki mesin ATM yang bermasalah, justru berkomplot dan mengambil saldo sebagian.

Karyawan Jasa Pengiriman Uang Gasak Uang RP 1,4 Miliar

Ilustrasi

Sebanyak 10 mesin ATM yang diambil saldonya sejak 3 bulan lalu oleh tersangka bernama Bagus Adi Pratama (20) warga Bojonegoro yang merupakan teknisi. Ia bekerjasama dengan rekannya bernama Ali Fathoni (28) warga Pedurungan Semarang yang bertugas memantau ATM yang melalui sistem di kantor.

Baca juga : PKL di Tanah Abang Kembali Nyaman Berdagang Diatas Trotoar

“AF (Ali) ini bertugas memonitor mesin mana yang dinyatakan rusak. Dimonitor dari kantor, yang memperbaiki BAP (Bagus),” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, saat jumpa pers, Selasa (24/10/2017).

Ali juga bisa memantau saldo yang tersisa di ATM yang rusak. Kemudian dia berkoordinasi dengan Bagus selaku eksekutor. Sembari memperbaiki, Bagus mengambil sebagian uang dari saldo di dalam mesin. Bagus bisa leluasa melakukan karena memiliki kode untuk membuka mesin ATM.

“Kodenya setiap waktu ganti, kita dapatnya di-SMS kodenya,” ujar Bagus saat ditanya Kapolrestabes Semarang.

Aksi tersebut terus diulang hingga 10 kali di beda tempat di Semarang dan Demak yaitu ATM CIMB Niaga Indomaret Jalan Sriwijaya, ATM Maybank Unika, ATM Maybank Sarinah Banyumanik, ATM Maybank SPBU Jalan Ahmad Yani, ATM Maybank Jalan dr Cipto, ATM Maybank Tlogosari, ATM CIMB Niaga SPBU Bandungrejo, ATm BNI Woodland Mranggen Demak, dan ATM BNI Futuhiyah Mranggen Demak. Aksi terakhir dilakukan antara tanggal 12 sampai 14 Oktober 2017

Uang tersebut disimpan dalam speaker agar tidak ketahuan. Bagus mengaku setelah beraksi dirinya langsung membawa uang ke tempat tinggalnya untuk dihitung dibantu seorang perempuan bernama Anik Evayanti (33) warga tengaran Kabupaten Semarang.

“Waktu ambil tidak tahu jumlahnya. Di rumah dihitung sama Anik,” ujar Bagus.

Anik mengaku cukup lama untuk menghitung uang yang dicuri Bagus. Sebagai penghitung uang, Anik mendapat bagian Rp 100 juta dan mobil Terios. Sedangkan Ali yang bertugas mencari ATM rusak baru mendapatkan Rp 10 juta.

“Ya lama ngitungnya. Saya cuma dapat Rp 100 juta buat bayar hutang sama dapat mobil Terios,” kata Anik.

Aksi itu ternyata diketahui oleh perusahaan yang memperkejakan keduanya yaitu PT Advantage. Laporan dilakukan perusahaan ke Polrestabes Semarang dan segera ditindaklanjuti.

Kapolrestabes Semarang mengatakan penyelidikan segera dilakukan hingga akhirnya pelaku Bagus ditangkap di Palembang hari Jumat (20/10) lalu setelah berusaha menghilangkan jejak.

“Diamankan, ditangkap di Palembang. Kenapa sampai sana? Karena dia punya saudara di sana,” kata Abiyoso.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan termasuk hasil pembelian dari uang yang dicuri antara lain 2 mobil, 2 motor, uang tunai Rp 430 juta dan Rp 16,3 juta yang diamankan terpisah, kemudian ada juga 4 ponsel. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

(Seph – sisidunia.com)