Home » Hiburan » Indra Bekti Dan Istrinya Bagi Tugas Untuk Hindari Konflik Rumah Tangga

Indra Bekti Dan Istrinya Bagi Tugas Untuk Hindari Konflik Rumah Tangga



Tangerang – Dalam apapun yang mereka kerjakan, Indra Bekti dan istrinya, Aldila Jelita akan selalu berbagi tugas. Hal tesebut terbukti ketika keduanya menjalani bisnis kue yang memang mereka rintis bersama.

Indra Bekti Mendapat Dukungan Penuh dari Aldilla

Indra Bekti dan Aldila Jelita

Jika tidak sibuk mengurus anak, dan jika Bekti tidak ada pekerjaan lain, maka Dilla akan menawarkan diri untuk menemaninya menjalankan usaha. “Iya dong suami istri namanya juga. Kadang-kadang kalau ada kerjaan, aku sendiri, dia nunggu dirumah ngurusin anak. Tapi kalau aku butuh dia nemenin, dia suka menawarkan diri,” ujar Bekti ketika ditemui di Festival Cake Rumah Mama Amy MNCTV kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/10/2017).

Baca juga : Nikita Mizani Sindir Wanita Berhijab di Media Sosial

Sejak usaha tersebut didirikan, Bekti dan Dila memang senantiasa terlihat bersama. Hal ini mencakup ketika mereka membuka bisnis di kampung halaman Bekti di Cirebon, Jawa Barat. Keduanya pun tak ragu turun ke dapur untuk membuat masakan itu sendiri meskipun pekerjaan sudah diberikan kepada staf. Memang, hal ini sudah menjadi prinsip mereka. Mereka tidak ingin ada pembagian yang tegas dalam urusan kerja selain yang memang sudah keterampilan khusus Bekti, yaitu sebagai figur publik. Keduanya menilai pembagian tugas justru membuat mereka terkesan egois satu sama lain.

Kendati demikian, Dila memang mengaku sempat ada masa-masa di mana keduanya ingin mengurus urusannya masing-masing. Saat momen itu tiba, keduanya mewajibkan diri untuk saling mengerti satu sama lain, dan mengambil jalan tengah.

“Oh iya pasti ada egoisme. Kalau aku bisa, meredam ego, kalau emang belum waktunya kita, ambil jalan tengah,” ucap Dila.

“Yang penting sih aku selalu ngutamain dia,” balas Bekti.

Sementara itu, hal yang paling sulit mereka urus memang berkaitan dengan pajak. Keduanya menilai, keterlambatan vendor dalam menyetor uang kepada mereka seringkali menjadi penghalang untuk menjalankan modal usaha. Tak ayal, keduanya pun menganggap keuangan sebagai isu yang cukup sensitif.

“Ngurusin pajak itu yang terberat, hahaha. Emang ngurus keuangan itu cukup sensitif ya, kadang ada lah hal-hal yang keterlambatan pembayaran dari pihak vendor atau televisi, sedangkan kita butuh kompor ngebul,” tutup Bekti.

(Seph – sisidunia.com)