Home » News » Tantang Peraih Emas Main Catur, Wabup Bangka Keok

Tantang Peraih Emas Main Catur, Wabup Bangka Keok



Jakarta – Wakil Bupati Bangka Rustamsyah tampak serius memperhatikan buah-buah catur miliknya. Dia memulai langkah dengan memajukan bidaknya saat melawan Maria sang peraih mendali emas pada Porprov Babel di Belitung Timur.

Tantang Peraih Emas Main Catur, Wabup Bangka Keok

Tantang Peraih Emas Main Catur, Wabup Bangka Keok

Dengan tenang Lulusan Universitas Bangka Belitung (UBB) ini melayani permainan sang wabup. Saat Rustamsyah memajukan menterinya dengan sigap Maria melakukan skak mat dengan memakan sang menteri.

Baca juga : Dipakai Saat Ngantor, Harga Sepatu Sandiaga Tak Sampai Setengah Juta

“Sengaja biar cepet menang,” kata Rustamsyah yang disambut gelak tawa para undangan yang hadir dalam saat membuka kejuaraan catur Bupati Bangka Cup, Selasa (17/10/2017) sore di Sekretariat KONI Kabupaten Bangka.

Rustamsyah berusaha meningkat perlawanan dengan membuat strategi baru saat Maria lengah, kuda miliknya langsung direbut. Berapa bidak dan banteng milik Maria juga berhasil diambil alih Rustamsyah.

Namun tidak sampai 15 menit, Maria dengan buah catur putihnya mampu mematahkan serangan Rustamsyah. Diakui Rustamsyah atlet catur ini sulit ditemukan karena jarangnya ada kejuaraan catur.

“Atlet catur ini dak ketemu kalau tidak ada kejuaraan. Mudah-mudahan ini awal kejuaraan catur di Kabupaten Bangka,” ungkap Rustamsyah.

Ia berharap Pengurus KONI Kabupaten Bangka melalui Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) bisa melahirkan gelar master dari Kabupaten Bangka.

“Kalau di Bangka ada menelurkan setengah yang bisa master kita bangga.Harapan kita dari Pemkab Bangka. Siapa yang mau kita latih, kita godok secara kontiyu dan gizi cukup latihan teratur mudah-mudahaan terwujud,” harap Rustamsyah.

Ia juga minta agar adanya kejuaraan catur di kecamatan dan desa-desa saat peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bonus tidak sebesar kejuaraan gaple. Dengan fenomena ini adanya kejuaraan bupati cup ini momentum awal dalam mengadakan kejuaran catur tingkat SD, SMP hingga SMA. Bisa diadakan eksebisi kejuaraan catur di Porseni,” saran Rustamsyah.

Bahkan ia siap membayar pelatih catur untuk melatih para atlet catur di Kabupaten Bangka hingga bisa meraih kejuaraan yang lebih tinggi.

“Itu harapan saya yang mencintai olahraga. Atlet bertanding secara baik gunakan pemikiran, teknik, dan strategi masing-masing berinisiatif dan mensiasati lawan. Saya tidak menambah bonus karena sifatnya tidak mendidik. Kalau membayar pelatih saya siap bayar. Kita mendidik agar olahraga catur yang akan datang lebih maju,” tegas Rustamsyah.

(seph – sisidunia.com)