Home » News » Anggota TNI Tindak Pelajar SMP Yang Tawuran Membawa Senjata

Anggota TNI Tindak Pelajar SMP Yang Tawuran Membawa Senjata



Sukabumi – Anggota TNI dari Koramil 0711 Cibadak terpaksa mengamankan sembilan pelajar SMP Negeri 1 Kadudampit. Mereka diduga akan melakukan tawuran dengan sekolah lain.

Tawuran Pelajar Makin Beringas, Sewa 2 Preman Bersenjata Tajam

Gambar ilustrasi

Informasi yang dihimpun para pelajar itu akan melakukan tawuran. Mereka yang menaiki sebuah truk berpapasan dengan pelajar dari sekolah lain. Sempat terjadi baku hantam antara pelajar tersebut.

Baca juga : Viral, Motor Terjepit TransJakarta, Netizen Justru Puas

Beruntung, peristiwa yang terjadi akhir pekan itu, tidak berlangsung lama. Anggota TNI yang menyaksikan tawuran langsung bereaksi dengan melerai pelaku.

Anggota Koramil 0711 Cibadak, Peltu Kili Bati Tuud menjelaskan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13:00 WIB itu sempat terjadi aksi saling lempar. Pelajar yang berada di truk, mendapat serangan dari pelajar sekolah lain.

“Sempat terjadi aksi saling lempar. Kami yang melihat itu, langsung bergerak mengamankan mereka. Dari sekian puluh pelajar yang terlibat tawuran, sembilan orang berhasil kami amankan,” ujar Kili, Minggu (15/10/2017).

Diakui Kili, di jalur Cibadak ini, setiap akhir pekan rawan terjadi aksi tawuran. Karena hal itu, mengantisipasi insiden yang tidak diinginkan, pihaknya terus melakukan pemantauan disetiap jalur Cibadak, khususnya dititik yang kerap terjadi tawuran.

“Setiap akhir pekan memang sering terjadi tawuran, untuk itu kami ikut membantu dalam mengantisipasi terjadinya tawuran,” imbuhnya.

Dari sembilan pelajar yang diamankan, anggota menemukan satu buah gir motor diikat dengan sabuk karate. Diduga, alat tersebut akan digunakan pada saat tawuran.

“Mereka kami berikan pembinaan supaya ada efek jera, selanjutnya pihak sekolah dan orang tua siswa kami panggil untuk menjemput mereka,” bebernya.

Dari pengakuan pelajar, masih kata Kili, kesembilan siswa itu diajak oleh salah seorang murid untuk naik kendaraan terbuka saat pulang ke arah Cibadak. “Pengakuannya hanya jalan-jalan saja. Namun setelah diintrogasi, ternyata ada pihak yang mengajak mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Kadudampit, Asep Budi tak menampik bahwa sembilan pelajar yang diamankan anggota TNI itu merupakan peserta didik di lembaga pendidikannya.

Dengan adanya kejadian itu, Asep mengaku akan lebih memperketat pengawasan dan pembinaan kepada seluruh muridnya. “Ini memang peserta didik di sekolah kami, dengan kejadian ini kami bakalmeningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada mereka,” pungkasnya singkat.

(seph – sisidunia.com)